Cara mengolah daging sapi agar lembut dan empuk
Minggu, 16 Juni 2024 15:47 WIB
Ilustrasi - Mengolah daging sapi selain metode memasak, dalam memilih daging diperhatikan karakteristik dan perbedaan bagian potongan daging. ANTARA/Sizuka/am.
Jakarta (ANTARA) - Koki selebritas Devina Hermawan memberikan tips untuk mengolah daging sapi agar lebih empuk dan lembut, terutama untuk bagian daging yang berserat kasar yang bisa menjadi inspirasi untuk mengolah daging saat perayaan Idul Adha.
“Kalau mengolah daging yang berserat kasar kita bisa marinasi dengan (teknik) velveting atau taburkan tepung dan putih telur, itu gaya Chinese style, kedua dipresto dalam waktu yang lama itu sebenarnya sesuatu yang kita sudah sering lakukan,” kata Devina saat ditemui media dalam konferensi pers Kitchenette Kitchen Takeover di Jakarta, Jumat.
Koki alumni kompetisi memasak Master Chef Indonesia ini mengatakan, daging dengan potongan brisket atau sandung lamur bisa menjadi pilihan karena daging ini cenderung memiliki kandungan yang berimbang antara lemak dan serat daging sehingga menjadikan daging ini lebih lembut.
Baca juga: Tips mengolah daging kambing agar tak berbau "prengus"
Ia juga mengatakan selain metode memasak yang tepat, dalam memilih daging juga harus diperhatikan karakteristik dan perbedaan bagian potongan yang menentukan lembut tidaknya suatu daging. Misalnya prime cut atau has dalam seperti tenderloin, sirloin atau rib eye adalah salah satu potongan daging yang lembut karena bukan bagian tubuh sapi aktif dan tidak memiliki otot yang keras. Sementara untuk bagian paha memang sedikit lebih keras karena ada otot dan bagian tersebut merupakan bagian aktif dari sapi.
Selain itu perhatikan juga daging tersebut apakah lokal atau impor untuk menentukan kelembutan daging sapi.
Baca juga: Begini kiat mengolah daging agar "juicy"
“Kalau prime cut bisa dimasak sebentar, contoh has dalam kita oseng masih bisa dimasak jadi empuk, kalau daging lokal misal sandung lamur dan lain-lain memang triknya harus dimasak lama atau dipotong sangat tipis,” katanya.
Tips lainnya adalah jika memasak dengan presto, begitu daging dalam fase vakum diamkan selama 45 menit sampai satu jam. Gunakan teknik merendam daging di kecap asin Jepang atau metode chasu yang sudah diberi bumbu pelengkap agar rasa daging menjadi lebih balance dan bumbu meresap. Setelah seharian disimpan, daging bisa dimasak keesokan harinya dan akan menghasilkan daging yang ekstra empuk.
“Kalau mengolah daging yang berserat kasar kita bisa marinasi dengan (teknik) velveting atau taburkan tepung dan putih telur, itu gaya Chinese style, kedua dipresto dalam waktu yang lama itu sebenarnya sesuatu yang kita sudah sering lakukan,” kata Devina saat ditemui media dalam konferensi pers Kitchenette Kitchen Takeover di Jakarta, Jumat.
Koki alumni kompetisi memasak Master Chef Indonesia ini mengatakan, daging dengan potongan brisket atau sandung lamur bisa menjadi pilihan karena daging ini cenderung memiliki kandungan yang berimbang antara lemak dan serat daging sehingga menjadikan daging ini lebih lembut.
Baca juga: Tips mengolah daging kambing agar tak berbau "prengus"
Ia juga mengatakan selain metode memasak yang tepat, dalam memilih daging juga harus diperhatikan karakteristik dan perbedaan bagian potongan yang menentukan lembut tidaknya suatu daging. Misalnya prime cut atau has dalam seperti tenderloin, sirloin atau rib eye adalah salah satu potongan daging yang lembut karena bukan bagian tubuh sapi aktif dan tidak memiliki otot yang keras. Sementara untuk bagian paha memang sedikit lebih keras karena ada otot dan bagian tersebut merupakan bagian aktif dari sapi.
Selain itu perhatikan juga daging tersebut apakah lokal atau impor untuk menentukan kelembutan daging sapi.
Baca juga: Begini kiat mengolah daging agar "juicy"
“Kalau prime cut bisa dimasak sebentar, contoh has dalam kita oseng masih bisa dimasak jadi empuk, kalau daging lokal misal sandung lamur dan lain-lain memang triknya harus dimasak lama atau dipotong sangat tipis,” katanya.
Tips lainnya adalah jika memasak dengan presto, begitu daging dalam fase vakum diamkan selama 45 menit sampai satu jam. Gunakan teknik merendam daging di kecap asin Jepang atau metode chasu yang sudah diberi bumbu pelengkap agar rasa daging menjadi lebih balance dan bumbu meresap. Setelah seharian disimpan, daging bisa dimasak keesokan harinya dan akan menghasilkan daging yang ekstra empuk.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ahli gizi ungkap mengapa kualitas gizi daging sapi lokal dan impor berbeda
14 October 2025 13:04 WIB
Bank Kalteng kurban 109 sapi dan kambing rayakan Idul Adha bersama masyarakat
08 June 2025 17:07 WIB
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Ayam Dalam Bambu jadi menu andalan NEO Palma Palangka Raya sambut Ramadhan
11 February 2026 9:46 WIB
Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya hadirkan 'Warisan Nusantara' selama Ramadhan
10 February 2026 17:45 WIB
60 Seconds to Seoul: Jajanan Korea hadir di Archipelago-NEO Palma Palangka Raya
06 January 2026 7:11 WIB
Fresh Beginning on Every Plate, sensasi awal baru di Swiss-Cafe Restaurant
05 January 2026 16:54 WIB
Menteri Kebudayaan: Tempe senjata gastrodiplomasi promosi budaya Indonesia
22 December 2025 13:52 WIB