DP3AP2KB Kobar bentuk tim monitoring pelaksanaan KB serentak
Kamis, 19 September 2024 17:01 WIB
Tim monitoring pelaksanaan pelayanan kb serentak dalan rangka Hari Kontrasepsi Sedunia (HKS), Selasa (17/9/2024) ANTARA/DP3AP2KB Kobar.
Pangkalan Bun (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, membentuk Tim Monitoring untuk Pelaksanaan Pelayanan KB Serentak di enam kecamatan.
"Pembentukan tim ini bertujuan memantau pelaksanaan pelayanan KB, sekaligus mencatat pelaporan pelayanan KB pada Sistem Informasi Keluarga (SIGA)," kata Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Kobar Agus Basrawiyanta di Pangkalan Bun, Kamis.
Pelayanan KB serentak ini, lanjut dia, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan kontrasepsi, serta dapat meningkatkan jumlah peserta KB aktif terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, Implant, Vasektomi, dan Tubektomi.
"Dilaksanakan pelayanan KB serentak tersebut dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia (HKS), dan diharapkan pelayanan KB ini dapat mencapai target yang telah ditentukan oleh BKKBN Kalteng," beber dia.
Baca juga: Dispar terus motivasi warga jaga sanitasi dan kebersihan objek wisata di Kobar
Adapun lokasi faskes yang di laksanakan pelayanan KB serentak tersebut, yaitu pada Klinik Utama Permata Ibu kecamatan Kumai, Puskemas Kotawaringin Lama kecamatan Kotawaringin Lama, Balai PKB kecamatan Pangkalan Banteng, dan juga Puskemas Arut Utara Kecamatan Arut Utara.
"Untuk Kecamatan Arut Selatan, baru akan dilaksanakan pada 20 September 2024 di Kodim 1014 Pangkalan Bun," kata Agus.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hairunnisa menyampaikan, bahwa selama pelayanan KB berlangsung, pengelola data pelayanan KB masing-masing faskes dapat menginput hasil capaian pelayanan di aplikasi Sistem Informasi Keluarga atau SIGA. Hal tersebut agar capaian pelayanan KB terpantau dengan baik dan lancar," disampaikannya.
"Untuk capaian pelayanan sesuai dengan hasil monitoring tim secara keseluruhan yg terjun ke 5 Kecamatan saat ini yaitu IUD 14 akseptor, implant 82 akseptor, suntik 114 akseptor, dan pil = 165 akseptor," demikian Hairunnisa.
Baca juga: Peduli lingkungan, GAPKI tanam mangrove tahap III di Kobar
Baca juga: Disperindagkop UKM optimalkan peran koperasi perkuat ekonomi dari sektor kehutanan
Baca juga: Pantau operasional perkebunan, PT Astra Agro luncurkan drone monitoring system
"Pembentukan tim ini bertujuan memantau pelaksanaan pelayanan KB, sekaligus mencatat pelaporan pelayanan KB pada Sistem Informasi Keluarga (SIGA)," kata Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Kobar Agus Basrawiyanta di Pangkalan Bun, Kamis.
Pelayanan KB serentak ini, lanjut dia, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan kontrasepsi, serta dapat meningkatkan jumlah peserta KB aktif terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, Implant, Vasektomi, dan Tubektomi.
"Dilaksanakan pelayanan KB serentak tersebut dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia (HKS), dan diharapkan pelayanan KB ini dapat mencapai target yang telah ditentukan oleh BKKBN Kalteng," beber dia.
Baca juga: Dispar terus motivasi warga jaga sanitasi dan kebersihan objek wisata di Kobar
Adapun lokasi faskes yang di laksanakan pelayanan KB serentak tersebut, yaitu pada Klinik Utama Permata Ibu kecamatan Kumai, Puskemas Kotawaringin Lama kecamatan Kotawaringin Lama, Balai PKB kecamatan Pangkalan Banteng, dan juga Puskemas Arut Utara Kecamatan Arut Utara.
"Untuk Kecamatan Arut Selatan, baru akan dilaksanakan pada 20 September 2024 di Kodim 1014 Pangkalan Bun," kata Agus.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hairunnisa menyampaikan, bahwa selama pelayanan KB berlangsung, pengelola data pelayanan KB masing-masing faskes dapat menginput hasil capaian pelayanan di aplikasi Sistem Informasi Keluarga atau SIGA. Hal tersebut agar capaian pelayanan KB terpantau dengan baik dan lancar," disampaikannya.
"Untuk capaian pelayanan sesuai dengan hasil monitoring tim secara keseluruhan yg terjun ke 5 Kecamatan saat ini yaitu IUD 14 akseptor, implant 82 akseptor, suntik 114 akseptor, dan pil = 165 akseptor," demikian Hairunnisa.
Baca juga: Peduli lingkungan, GAPKI tanam mangrove tahap III di Kobar
Baca juga: Disperindagkop UKM optimalkan peran koperasi perkuat ekonomi dari sektor kehutanan
Baca juga: Pantau operasional perkebunan, PT Astra Agro luncurkan drone monitoring system
Pewarta : Safitri RA
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TAPG perkuat pemberdayaan petani sawit lewat skema plasma satu atap di Sukamara
12 December 2025 6:41 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Barat
Lihat Juga
Inovasi pembiayaan daerah berkelanjutan bawa Kobar raih penghargaan Creative Financing
06 May 2026 8:34 WIB
Wabup Kotawaringin Barat tekankan penguatan kerja sama wujudkan pendidikan bermutu
02 May 2026 17:48 WIB
Kejari Kobar sampaikan putusan sidang korupsi pembangunan pabrik tepung ikan
29 April 2026 16:01 WIB
Edukasi dan aksi nyata, PT GSDI tanamkan kesadaran lingkungan serta pencegahan karhutla
28 April 2026 13:22 WIB
Wabup Kobar sebut semangat otonomi penggerak terwujudnya pemerintahan lebih baik
27 April 2026 15:09 WIB