Sampit (ANTARA) - Perusahaan pertambangan PT Bumi Makmur Waskita (BMW) yang berlokasj di Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berharap bisa beroperasi dengan lancar tanpa gangguan karena sejak awal perusahaan ini berkomitmen mematuhi semua aturan yang berlaku.

"Sengketa yang terjadi saat ini sudah sampai ke gubernur. Ini kasusnya mau dibawa ke mana? Kami PT BMW ini bingung. Kalau mau dibawa ke pengadilan maka kami siap menunggu. Kalau betul itu lahan masyarakat, maka kami akan ganti rugi," kata Kepala Teknik Tambang PT Bumi Makmur Waskita, Harianto di Parenggean, Rabu.

Sejak awal manajemen PT Bumi Makmur Waskita menegaskan komitmen untuk beroperasi sesuai aturan yang berlaku. Untuk itulah sosialisasi sudah mereka lakukan kepada masyarakat sebelum memulai operasional tambang batu bara tersebut.

Namun belakangan muncul sengketa terhadap lahan tambang mereka yang beroperasi di Desa Bajarau Kecamatan Parenggean tersebut. Klaim kepemilikan muncul dari beberapa warga yang menyatakan sebagian lahan tersebut milik mereka dan lokasinya bukan masuk Desa Bajarau, melainkan masuk wilayah Desa Karang Tunggal.

Pihak perusahaan menyikapi klaim itu secara bijak dengan membuka komunikasi dan mediasi. Pertemuan melibatkan pemerintah kecamatan dan kedua desa tersebut yang hasilnya menyimpulkan bahwa lahan PT BMW sama sekali tidak terkena lahan di Desa Karang Tunggal seperti yang diklaim warga.

"Itu dari Dinas Tata Ruang maupun dari pemerintah kecamatan juga sudah mengukur bersama kedua desa, bahwa BMW bekerja masih di wilayah Desa Bajarau," timpal Harianto.

Pria yang akrab disapa Rico mengatakan, PT BMW selalu kooperatif dan mengikuti mediasi yang dijalankan, mulai di tingkat desa, kecamatan hingga pembahasan dalam rapat dengar pendapat di DPRD Kotawaringin Timur.

Dalam mediasi tersebut ditegaskan bahwa lahan PT BMW sama sekali tidak ada tumbang tindih dengan lahan yang bersertifikat seperti yang diklaim warga Desa Karang Tunggal. 

Kurang puas dengan hasil tersebut,  warga membawa masalah ini ke Polres Kotawaringin Timur. Manajemen PT BMW pun mengikutinya dengan baik.

Peta situasi lahan PT Bumi Makmur Waskita yang sebagian diklaim warga. ANTARA/HO-PT BMW

Masalah ini kemudian diadukan lagi ke Polda Kalimantan Tengah. Warga tetap kurang puas, kemudian membawa masalah ini kepada Gubernur Kalimantan Tengah.

"Setelah itu sepertinya tetap mereka kurang puas. Masalah ini dibawa lagi ke ranah kantor gubernur dengan poin-poin yang dirasa sudah sangat mengganggu PT BMW," timpal Harianto.

Menurutnya, PT BMW cukup terganggu dengan situasi ini dan berharap masalah sengketa ini bisa segera selesai agar mereka bisa beroperasi dengan lancar. PT BMW siap mengikuti keputusan nantinya, namun juga akan bersikap terhadap pihak-pihak yang dirasa mengganggu.

Harianto menegaskan, kebenaran bagi PT BMW adalah hasil dari persidangan, bukan kebenaran menurut individu, golongan atau perusahaan. PT BMW selalu siap mengikuti penyelesaian sengketa ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Tapi apabila (tudingan) itu tidak betul dan ini sudah mengganggu nama baik PT BMW sampai ke tingkat provinsi, kami akan menuntut beberapa oknum yang menyebarkan berita bohong atau menyebarkan pencemaran nama baik perusahaan kami," tegasnya.

Menyikapi program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR), ditegaskan bahwa hal itu dijalankan, khususnya di lokasi lahan batu bara yang mulai berproduksi yaitu Desa Menjalin.

Dia menegaskan, ada aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal realisasi CSR, yakni sekitar 2,5 persen dari keuntungan perusahaan. Namun, PT BMW belum genap satu tahun berproduksi sehingga rencana kerja dan anggaran (RKAB) belum memuat CSR.

Meski begitu, PT BMW sudah memiliki rencana induk program pemberdayaan masyarakat atau RIPPM. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan di antaranya pembagian makan sehat gratis, berobat gratis, beasiswa, bantuan kursi meja dan lainnya.

"Kursi sudah dipesan, selanjutnya lusa makan sehat gratis. Kalau itu kewajiban kami, tentu harus tetap berjalan. Ada produksi maupun belum produksi, program tetap berjalan," demikian Harianto.

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup, PT BMW serukan hentikan polusi plastik

Baca juga: PT BMW berkomitmen jalankan kesepakatan yang dibuat bersama masyarakat

Baca juga: Sosialisasi perdana PT BMW di Parenggean langsung disambut antusias