Buntok (ANTARA) - Badan Anggaran DPRD Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengharapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025 diarahkan untuk memenuhi kepentingan masyarakat secara optimal.

Anggota Badan Anggaran DPRD Barito Selatan, Hermanes di Buntok, Rabu, mengatakan arah kebijakan tersebut dengan memperhatikan keseimbangan antara pembiayaan, penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Termasuk juga pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.

Legislator Barsel itu pun menyebut, program dan kegiatan perangkat daerah yang disusun dalam APBD-P 2025 ini dapat menghasilkan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Terutama pada beberapa sumber-sumber pendapatan yang masih memungkinkan saat ini.," ucap politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Barito Selatan itu.

Hermanes juga mengapresiasi APBD-P 2025 ini tetap diarahkan pada skala prioritas dengan titik berat pada sektor pendidikan, sektor infrastruktur, sektor kesehatan dan/atau Sektor lainnya sesuai dengan tingkat kebutuhan riil daerah.

"APBD-P 2025 ini juga sudah disesuaikan dengan arah kebijakan Pemerintah Pusat dan Provinsi pada Tahun 2025," kata dia.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan, untuk pendapatan daerah pada APBD-P 2025 ini ditargetkan sebesar Rp1,6 triliun. Di mana berdasarkan penerimaan pembiayaan dan dikurangi pengeluaran pembiayaan didapatkan surplus Rp148,155 miliar. Surplus pembiayaan tersebut dipergunakan sepenuhnya untuk menutupi defisit antara target pendapatan dan belanja daerah.

"Jadi, APBD-P 2025 ini tidak terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran daerah," demikian Hermanes.

Baca juga: DPRD Barsel dukung pemkab terus tingkatkan kebersamaan ASN

Baca juga: Bupati Barsel: Lomba memasak upaya melestarikan kekayaan kuliner daerah

Baca juga: Pemkab dan DPRD Barsel sepakati Raperda APBD-P 2025 menjadi perda

Baca juga: Apel gabungan dan doa bersama lintas agama di Barsel perkuat persatuan