Palangka Raya (ANTARA) - Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (FH UMPR) memperkuat kerja sama dengan Polres Barito Utara dan Pengadilan Agama Muara Teweh di Kabupaten Barut, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Dr (Cand) Ardi Akbar Tanjung SH MH melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Selasa mengatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang berilmu, tetapi juga berintegritas dan siap berkontribusi bagi masyarakat serta penegakan hukum.

"Kerja sama dengan Polres dan Pengadilan Agama bukan sekadar formalitas, tetapi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan praktik hukum. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga realitas penegakan hukum di lapangan,” ujarnya.

Dia menerangkan, secara keseluruhan, rangkaian kerja sama itu mencakup tiga agenda utama dilaksanakan dalam satu rangkaian kegiatan yakni penguatan kerja sama dengan Polres Barito Utara dan Pengadilan Agama Muara Teweh, pengujian mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta sosialisasi penerimaan mahasiswa baru bagi masyarakat Muara Teweh dan sekitarnya.

"Pada agenda pertama diawali dengan pertemuan resmi antara pihak Fakultas Hukum dengan Polres Barito Utara kemudian dilanjutkan Pengadilan Agama Muara Teweh. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat dan memperluas kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, khususnya dalam bidang pendidikan hukum, penelitian, magang, dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.

Dia menerangkan, perwakilan pengadilan Agama Muara Teweh menyambut positif inisiatif ini. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum dan keamanan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar langsung melalui magang, penelitian, dan keterlibatan dalam program-program sosial berbasis hukum,” ungkapnya.

FH UMPR perkuat kerja sama dengan Polres-Pengadilan Agama Muara Teweh. (ANTARA/UMPR)

Setelah sesi penguatan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan pengujian proposal skripsi delapan mahasiswa Program RPL yang berlatar belakang dari anggota kepolisian Resor Barito Utara.

Proses pengujian dilakukan oleh tim dosen yang kompeten di bidangnya. Tujuannya adalah memastikan bahwa mahasiswa RPL memiliki kompetensi yang setara dengan mahasiswa reguler.

Ardi menyampaikan bahwa Program RPL merupakan bentuk pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan ditutup dengan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru yang dihadiri oleh calon mahasiswa RPL serta Jajaran lembaga Pengadilan Agama dan Polres setempat. 

Ketua Prodi Hukum Keluarga, FH UMPR, Dr Ariyadi SHI MH memaparkan profil program studi, sistem perkuliahan, peluang beasiswa, serta prospek kerja bagi lulusan.

Ariyadi menegaskan bahwa lulusan Fakultas Hukum memiliki peluang luas, baik di sektor pemerintahan, penegakan hukum, lembaga swasta, maupun dunia akademik.

Dia mengatakan, salah satu calon mahasiswa RPL mengungkapkan ketertarikannya setelah mengikuti sosialisasi dan yakin  untuk melanjutkan kuliah di bidang hukum, apalagi melihat dukungan dari Polres dan Pengadilan Agama.

Ardi pun berharap rangkaian kegiatan ini memperkuat sinergi dengan lembaga penegak hukum seperti Polres Barito Utara dan Pengadilan Agama muara teweh, meningkatkan kualitas pendidikan melalui Program RPL, serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Muara Teweh.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, aparat penegak hukum, dan masyarakat, demi terwujudnya sistem hukum yang lebih adil, berintegritas, dan berbasis pada nilai-nilai akademik .

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor 4 Asoc Prof Dr Sanawiah SAg MH dan tim dosen penguji seminar Proposal Skripsi mahasiswa RPL. 

Baca juga: UMPR meriahkan EDUFAIR Career Day Bersinar MAN Kota Palangka Raya 2026

Baca juga: SD Islam Darussalam kunjungan edukasi ke FK dan FKG UMPR

Baca juga: Kelelahan digital: Ketika teknologi tak lagi membuat kita terhubung

Baca juga: UMPR alih kelola STIKES Husada Borneo Banjarbaru