Palangka Raya (ANTARA) - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Husada Borneo Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tengah menjalani proses alih kelola ke Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR).

"Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan resmi Tim UMPR ke Kampus STIKES Husada Borneo di Banjarbaru, Rabu (4/2) kemarin," kata Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., di Banjarbaru, Kamis.

Pada kunjungan itu, Rektor UMPR didampingi 14 personel tim kerja universitas.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor UMPR menyampaikan rencana pengembangan STIKES Husada Borneo menjadi Institut Muhammadiyah Kalimantan Selatan (IMKS) dengan penambahan sejumlah program studi rumpun ilmu kesehatan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan wilayah Kalimantan sebagai kawasan strategis nasional.

“UMPR bekerja atas amanah dan ketetapan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah. Prinsip utama yang kami dorong adalah penguatan mutu dan akreditasi program studi, disertai tata kelola kelembagaan yang profesional dan berkelanjutan. UMPR siap memfasilitasi proses pendampingan tersebut,” ujar Muhamad Yusuf.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Riset UMPR, Prof. Dr. Ir. Chandra Anugrah Putra, S.T., M.I.Kom., menambahkan bahwa IMKS diproyeksikan menjadi kampus unggul di bidang kesehatan dan teknologi, dengan dukungan sistem akademik dan riset yang terintegrasi.

Rombongan UMPR disambut Pembina Yayasan Husada Borneo Nor Wahidah, S.Si.T., M.Kes., Ketua Yayasan Husada Borneo Dr. H. Suharto, S.E., M.M., Ketua STIKES Husada Borneo Faizah Wardhina, S.Si.T., M.Kes., serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan.

Kunjungan resmi Tim UMPR ke Kampus STIKES Husada Borneo di Banjarbaru, Rabu (4/2). (ANTARA/UMPR)

Turut hadir dalam rombongan UMPR antara lain Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Chandra Anugrah Putra, S.T., M.I.Kom., Wakil Rektor III Apt. Guntur Satrio Pratomo, M.Si., Direktur Keuangan Dr. Ise Afitah, S.Hut., M.P., Direktur Kerja Sama Perguruan Tinggi Rakhdinda Dwi Arta Qairi, M.A.P., Direktur Administrasi Umum Widya Rahmat, S.Sos., M.A.P., serta jajaran pimpinan fakultas dan unit kerja UMPR.

Ketua STIKES Husada Borneo, Faizah Wardhina, S.Si.T., M.Kes., menyampaikan bahwa STIKES Husada Borneo selama ini berperan aktif dalam pengembangan pendidikan tenaga kesehatan. Namun, tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks menuntut penguatan kelembagaan melalui kolaborasi strategis.

“Kami memahami bahwa tantangan ke depan tidak bisa dihadapi sendiri. Diperlukan sinergi dan penguatan kelembagaan yang berkelanjutan. Penjajakan alih kelola dengan UMPR merupakan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas institusi serta memperluas jejaring akademik,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Pembina Yayasan Husada Borneo, Nor Wahidah, S.Si.T., M.Kes. Menurutnya, rencana integrasi ini merupakan langkah adaptif yayasan dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi.

“Muhammadiyah adalah organisasi besar dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan. Kami berharap, dengan bergabung dalam sistem Muhammadiyah, STIKES Husada Borneo dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Ketua Yayasan Husada Borneo, Dr. Suharto, S.E., M.M., menegaskan bahwa yayasan siap mendukung proses alih kelola, termasuk penataan aset, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana pendidikan.

“Kami berharap proses ini membawa manfaat besar bagi institusi, sivitas akademika, dan masyarakat luas,” katanya.

Kunjungan tersebut menjadi forum diskusi awal terkait roadmap pengembangan kelembagaan, peningkatan mutu akademik, serta peluang integrasi STIKES Husada Borneo sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah di Kalimantan.