Kuala Kurun (ANTARA) - Sebanyak 89 orang tua siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah mendapat bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Terpadu Prof. DR. Soeharso Surakarta.
Bupati Gumas Jaya S Monong di Kuala Kurun, Selasa, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program komprehensif untuk memastikan keberlangsungan pendidikan anak sekaligus kemandirian orang tua.
“Bantuan untuk orang tua siswa SR Gumas berupa kebutuhan kewirausahaan atau penambahan modal usaha dan kebutuhan dasar. Anaknya disekolahkan dan orang tuanya diberikan bantuan, sehingga harapannya ke depan mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi,” ucapnya.
Ia menjelaskan, bantuan kewirausahaan atau penambahan modal usaha diberikan bagi mereka yang sudah memiliki embrio usaha, seperti ternak kambing, ayam, usaha bakso, hingga sembako, agar usaha mereka bisa lebih berkembang.
Tak hanya orang tua siswa Sekolah Rakyat Gumas, bantuan Atensi juga menyasar 16 lansia, 96 disabilitas dan 41 anak, yang tersebar di berbagai desa/kelurahan di kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’.
Baca juga: Pemkab Gumas ingatkan perusahaan pembayaran THR tak boleh dicicil
Dia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kemensos RI melalui Sentra Terpadu Prof. DR. Soeharso Surakarta, yang telah memberikan bantuan Atensi kepada masyarakat kurang mampu di Gumas.
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Sosial Gumas, yang telah membantu memfasilitasi program ini. Bantuan tersebut sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto, agar seluruh anak Indonesia mendapatkan akses sekolah yang layak,” kata Jaya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin di Dinsos Gumas, Beben Martinus menyampaikan bantuan Atensi dari Kemensos RI berupa kebutuhan dasar dan penambahan modal usaha.
Bantuan kebutuhan dasar menyasar klaster rentan keluarga Sekolah Rakyat, disabilitas, anak, dan lansia, sedangkan bantuan penambahan modal menyasar klaster rentan keluarga Sekolah Rakyat.
Khusus untuk orang tua siswa Sekolah Rakyat Gumas, sebenarnya jumlah siswa di sekolah tersebut adalah sebanyak 100 siswa. Namun ada pasangan orang tua yang menyekolahkan dua atau tiga orang anaknya di sana, sehingga bantuan yang diterima tetap dihitung satu.
“Total bantuan secara keseluruhan nilainya sekitar Rp324,5 juta, namun berupa barang. Penyaluran dilakukan sejak 9 Maret 2026 dan diupayakan segera selesai dalam waktu dekat,” demikian Beben Martinus.
Baca juga: Kartu Huma Betang Sejahtera mulai disalurkan di Gumas
Baca juga: DPRD Gumas sampaikan hasil reses, aspirasi didominasi infrastruktur dan pelayanan dasar
Baca juga: Pemkab Gumas siapkan Rp1,75 miliar untuk program bedah rumah