Sampit (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengapresiasi jajarannya, khususnya petugas kebersihan yang tetap menjalankan tugas meski dalam suasana libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Karena bagi kami, pengabdian tidak mengenal hari libur. Ada tanggung jawab yang tetap harus dijaga, ada amanah yang tidak boleh ditinggalkan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Marjuki di Sampit, Selasa.

DLH Kotawaringin Timur terus siaga membersihkan sampah, termasuk saat hari-hari besar keagamaan. Pengaturan petugas sudah dilakukan sehingga pelayanan sampah tetap berjalan, mulai di depo sampah hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.

Petugas juga disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya timbulan sampah yang signifikan dibanding biasanya. Selama ini dalam kondisi normal, petugas mengangkut 22 rit sampah dengan volume sekitar 77 ton sampah setiap hari. 

Petugas penyapuan jalan diatur dengan sistem shift. Dengan begitu, kebersihan Kota Sampit tetap terjaga karena tetap ada petugas yang bekerja meski di masa libur Lebaran seperti sekarang. 

Hal serupa juga dijalankan di depo sampah dan TPA sampah. Petugas tetap menjalankan tugas seperti biasa meski dalam masa libur Lebaran. Hal ini karena tanggung jawab untuk tetap menjaga kebersihan dan mengelola dengan baik sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya. 

Baca juga: DPRD Kotim sebut kehadiran Beras Itah wujud kedaulatan pangan lokal

Untuk memastikan semua tetap berjalan dengan baik, serta untuk memberi semangat petugas yang tetap bekerja di masa libur Lebaran, Marjuki juga turun ke lapangan. Dia menyambangi petugas penyapu jalan, petugas di delapan depo sampah, serta petugas di TPA sampah.

Sambil berbincang, seperti biasa Marjuki juga membagikan makanan kepada petugas yang ditemuinya. Ini sebagai bentuk perhatian dan terima kasih kepada petugas yang selalu menjalankan tanggung jawab pekerjaan dengan baik.

"Di tengah hangatnya pelukan Idul Fitri, saat sebagian langkah pulang untuk berkumpul bersama keluarga, ada langkah-langkah kecil yang tetap berjalan untuk memastikan kota ini tetap bersih dan nyaman. Semoga setiap keringat yang jatuh menjadi bagian dari ibadah, dan setiap usaha kecil ini bernilai besar di sisi-Nya," ujar Marjuki.

Marjuki juga mengajak seluruh masyarakat untuk peduli membantu menangani sampah, dimulai dengan memilah sampah, lalu membuangnya pada tempat dan waktu yang sudah ditentukan.

Marjuki mengingatkan, perlu komitmen semua pihak agar Kotawaringin Timur tidak lagi mendapat sanksi dan dinyatakan darurat sampah. Dia bersyukur, kerja keras bersama membuat pemerintah pusat mencabut sanksi terhadap Kotawaringin Timur dan menjadikan daerah ini sebagai satu-satunya percontohan bagi 250 daerah yang mendapat sanksi serupa.

Baca juga: Legislator Kotim soroti minimnya fasilitas sanitasi sekolah

Baca juga: Usai Lebaran, harga bahan pangan di Sampit masih tinggi

Baca juga: Pantau Pantai Ujung Pandaran, Wabup Kotim ajak pengunjung bersihkan sampah