Muara Teweh (ANTARA) - Peserta reli Kalimantan Tribute, perjalanan touring adventure off-road tapak tilas Camel Trophy Kalimantan 1996 yang diikuti puluhan mobil menjelajahi Kalimantan, singgah di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
“Perjalanan yang kami lalui sekarang menunjukkan bahwa Kabupaten Barito Utara telah berkembang pesat. Jalan yang dulu sulit dilalui, kini sebagian besar sudah beraspal,” kata Ketua Indonesia Off-Road Federation (IOF) Irjen Pol (Purn) Sam Budigusman di Muara Teweh, Senin.
Menurut dia, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang petualangan, tetapi juga membawa misi sosial dan kemanusiaan.
Dalam Kalimantan Tribute 2026 tersebut diikuti sembilan negara yaitu Indonesia, Amerika, Jerman, Prancis, Malaysia, Belanda, Jepang, Thailand dan Brunei Darusalam.
Sam juga mengenang perjalanan serupa pada 1996, di mana Barito Utara menjadi salah satu titik singgah, bahkan saat itu rombongan bermalam di Hotel Walet yang disebut sebagai salah satu hotel terbaik pada masanya.
Kini, perkembangan daerah dinilai sangat signifikan, terutama dari segi infrastruktur jalan.
“Perjalanan yang kami lalui sekarang menunjukkan bahwa Kabupaten Barito Utara telah berkembang pesat. Jalan yang dulu sulit dilalui, kini sebagian besar sudah beraspal,” ungkapnya.
Dia mengatakan, kegiatan Kalimantan Tribute bukan sekadar perjalanan rekreasi, melainkan bagian dari latihan kesiapsiagaan bagi para relawan off-road. Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari sembilan negara, dilatih untuk mampu menjangkau wilayah sulit, terutama saat terjadi bencana.
“Kami ini relawan. Melalui kegiatan ini, kami berlatih agar bisa menembus daerah yang sulit dijangkau untuk membantu distribusi logistik ketika terjadi bencana,” jelasnya.
Ia mencontohkan, dalam beberapa kejadian bencana di wilayah Sumatera seperti Aceh dan Medan, tim off-road seringkali menjadi yang pertama menyalurkan bantuan ke lokasi sebelum akses terbuka sepenuhnya oleh pemerintah.
Bupati Barito Utara Shalahuddin melepas rombongan Kalimantan Tribute 2026 menuju Kabupaten Murung Raya, di eks Bandara Beringin Muara Teweh, Senin (27/4/2026). ANTARA/HO-Dinas Kominfosandi Barito Utara
Dengan mengusung tagline “United for Humanity”, rombongan juga secara konsisten menyalurkan bantuan sosial di sepanjang rute perjalanan. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah hingga dukungan bagi rumah ibadah di wilayah yang dilalui.
Kalimantan Tribute dirancang tidak hanya sebagai perjalanan off-road, tetapi juga sebagai tapak tilas sejarah ekspedisi 1996 yang dikenal sebagai salah satu rute paling ikonik di Asia, menjadi ruang bagi komunitas otomotif mengenang, belajar, dan merasakan kembali atmosfer petualangan masa itu.
Pada 2026 perjalanan diawali dari Balikpapan, Kalimantan Timur melintasi wilayah Kalteng hingga Pontianak, Kalimantan Barat.
Bupati Barito Utara Shalahuddin menyampaikan gambaran potensi daerah sekaligus melepas rombongan peserta Kalimantan Tribute 2026 yang melintasi wilayahnya ketika menuju Kabupaten Murung Raya.
Baca juga: Shalahuddin lepas peserta Kalimantan Tribute 2026
Kondisi geografis Barito Utara yang berada di wilayah tengah Kalimantan membuat akses transportasi, khususnya untuk sektor pertambangan, masih banyak bergantung pada jalur sungai.
“Akses keluar daerah ini memang masih relatif sulit, rata-rata menggunakan jalur sungai. Berbeda dengan daerah pesisir yang bisa langsung ke laut, sehingga distribusi hasil tambang di sini lebih terbatas,” kata Shalahuddin.
Bupati Shalahuddin juga menjelaskan wilayah Barito Utara secara geografis terhubung dalam satu hamparan dengan Kabupaten Murung Raya dan Gunung Mas. Ia bahkan merekomendasikan jalur Tumbang Anoi sebagai rute yang menantang dan menarik, khususnya bagi para pecinta off-road.
“Di sana kondisi jalannya berbukit-bukit, bahkan ada yang sampai dua hingga tiga tingkat. Sangat cocok untuk menguji kemampuan kendaraan dan pengemudi,” kata Shalahuddin.
Baca juga: Hari Otda, Bupati Barito Utara tekankan sinergi pusat-daerah
Baca juga: Bupati Barito Utara komitmen program prioritas pendidikan gratis
Baca juga: Peran Perkimtan, Shalahuddin tegaskan kesiapan lahan kunci pembangunan infrastruktur