Pangkalan Bun (ANTARA) - Sertifikasi profesi pemandu wisata yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pariwisata, diikuti 100 peserta dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) setempat.

Adapun sertifikasi ini harus dibagi dua sesi karena tingginya antusias para pemandu wisata untuk mengikutinya, kata Kabid Kelembagaan dan SDM Pariwisata serta Ekonomi Kreatif Dispar Kobar Febri Sri Hartini di Pangkalan Bun, Rabu.

"Di mana 50 orang terlebih dahulu dilakukan sertifikasi pemandu wisata pda hari pertama, dan 50 orang lainnya di hari kedua," ucapnya.

Menurut dirinya, pemandu wisata tentunya tidak hanya berfokus dalam memberikan informasi seputar wisata. Namun, pemandu wisata juga membentuk pengalaman wisatawan, menjaga citra destinasi, serta menjadi duta daerah dalam memperkenalkan potensi lokal kepada dunia luar.

Febri menbtakan sertifikasi profesi ini bukan sekedar formalitas belaka, tetapi ini menjadi kebutuhan penting untuk memastikan kompetensi para pemandu. Sebab, peran pemandu tidak hanya harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga harus memahami prinsip konservasi lingkungan.

Termasuk juga turut melestarikan budaya serta mampu memberikan edukasi yang tepat dan bertanggung jawab kepada wisatawan," tandas dia.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pramuwisata (HPI) Provinsi Kalteng, Yomie mengatakan, sertifikasi ini merupakan hal penting untuk menunjukkan kompetensi seorang pemandu wisata. Di mana standar nasional juga telah menjadi penekanan penting oleh Ketua DPP HPI pusat. Hal itu mengingat Kotawaringin Barat memiliki potensi destinasi wisata yang tinggi.

Baca juga: Bupati Kobar apresiasi kolaborasi meningkatkan sektor perkebunan sawit

"Salah satu syarat mengikuti sertifikasi adalah memiliki pengalaman minimal satu tahun. Ini penting agar kualitas pemandu benar-benar teruji," singkat Yomie.

Sementara itu, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gunadarma Utama Vera Damayanti mengungkapkan, pelaksanaan sertifikasi profesi pemandu wisata ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Kotawaringin Barat.

"Harapannya dengan hadirnya sertifikasi ini, para pemandu di Kotawaringin Barat dapat mampu menunjukkan kompetensi dan profesionalismenya," demikian Vera.

Baca juga: Disdikbud Kobar beri ruang ekspresi dan pengalaman baru melalui Gebyar PAUD

Baca juga: Bupati Kobar doakan kelancaran 161 calon haji menjalankan ibadah

Baca juga: Wabup Kobar sebut semangat otonomi penggerak terwujudnya pemerintahan lebih baik