Logo Header Antaranews Kalteng

Bupati Kotim instruksikan optimalkan aset wisata Pantai Ujung Pandaran

Senin, 13 April 2026 15:02 WIB
Image Print
Suasana salah satu lokasi di objek wisata Pantai Ujung Pandaran. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menginstruksikan optimalisasi aset wisata di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus mendorong sektor pariwisata agar lebih berkembang.

“Langkah-langkah inovatif dan komitmen kuat dalam pengelolaan sektor kebudayaan dan pariwisata sangat diperlukan. Karena itu, saya melantik Kepala Disbudpar definitif agar bisa lebih fokus dan memiliki ruang gerak lebih luas dalam mengeksekusi visi-misi ke depan,” kata Halikinnor di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan, optimalisasi sektor pariwisata menjadi salah satu strategi di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah daerah. Salah satu potensi besar yang harus dimaksimalkan adalah aset wisata di Pantai Ujung Pandaran.

Menurutnya, aset berupa bangunan milik pemerintah daerah dengan nilai anggaran lebih dari Rp40 miliar di kawasan itu saat ini belum dimanfaatkan maksimal, bahkan mulai mengalami kerusakan. Kondisi ini dinilai sangat disayangkan mengingat lokasi yang strategis serta potensi wisata yang besar.

Halikinnor juga menyoroti pentingnya fokus dalam pengelolaan sektor pariwisata, mengingat sebelumnya jabatan kepala dinas dirangkap dengan tugas lain. Dengan penunjukan pejabat definitif, ia berharap pengembangan destinasi wisata dapat dilakukan lebih intensif, termasuk turun langsung ke lapangan.

“Kalau sebelumnya saudara Ramadansyah jabatannya rangkap. Selain sebagai Kepala Bapenda juga Plt Kepala Disbudpar, jadi mungkin tidak bisa fokus. Kasihan juga. Makanya, definitifkan sebagai Kepala Disbudpar, sedangkan Bapenda dilanjutkan yang lain. Karena untuk pengembangan wisata ini harus fokus,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila pemerintah daerah tidak mampu mengelola secara mandiri, maka opsi kerja sama dengan pihak ketiga perlu dipertimbangkan agar aset tersebut tetap terawat sekaligus dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.

Ia juga mengungkapkan, tingginya minat wisatawan terhadap Pantai Ujung Pandaran sudah terlihat, terutama saat momen libur panjang. Pasalnya, banyak wisatawan dari luar daerah seperti Banjarmasin yang berkunjung, bahkan kesulitan mendapatkan penginapan karena penuh.

“Itu artinya wisata kita punya potensi yang besar. Memang kita sekarang sedang efisiensi, tapi kalau kita tidak berbuat dan berinovasi bagaimana kita bisa maju. Paling tidak aset yang ada dulu bisa kita manfaatkan secara optimal,” pungkasnya.

Baca juga: DPKP Kotim terapkan dua strategi hadapi ancaman kekeringan

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Ramadansyah mengatakan pihaknya akan segera melakukan kajian terkait pemanfaatan aset milik pemerintah daerah di kawasan Pantai Ujung Pandaran, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta.

“Saat ini aset milik pemerintah daerah di Ujung Pandaran belum memiliki pengelolaan teknis yang jelas. Kita akan kaji, termasuk kemungkinan pemanfaatan bersama pihak swasta sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Ramadansyah.

Ia menyebutkan, perkembangan penginapan milik swasta di kawasan tersebut sudah cukup pesat, bahkan saat libur panjang seperti pasca-Lebaran, seluruh penginapan hampir selalu penuh.

Kondisi ini menunjukkan tingginya potensi wisata Pantai Ujung Pandaran, namun sayangnya belum diimbangi dengan fasilitas milik pemerintah.

Ramadansyah menilai, keterbatasan fasilitas menjadi salah satu kendala utama dalam menampung lonjakan wisatawan, terutama pada momen tertentu. Bahkan pada akhir pekan biasa, penginapan di kawasan tersebut sudah dipenuhi wisatawan dari luar daerah.

Untuk itu, pihaknya berencana membuka peluang investasi bagi pihak ketiga, misalnya untuk pembangunan hotel berbintang di kawasan Pantai Ujung Pandaran guna meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan wisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah daerah bisa saja menawarkan investasi hotel berbintang di tepi Ujung Pandaran. Hotel tepi pantai seperti di Bali, yang bisa menarik wisatawan lebih luas,” lanjutnya.

Selain itu, pengembangan destinasi wisata lain seperti Pulau Hanibung juga menjadi fokus ke depan, agar masyarakat Kotim memiliki lebih banyak pilihan tempat rekreasi dan hiburan.

Ramadansyah juga mengungkapkan rencana pembaharuan nomenklatur ekonomi kreatif dalam struktur dinas yang dipimpinnya. Hal ini dilakukan agar pemerintah daerah dapat lebih optimal dalam mendukung pelaku ekonomi kreatif serta bersinergi dengan program pemerintah pusat.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan sektor pariwisata Kotim dapat berkembang lebih pesat dan mampu menjadi salah satu sumber utama peningkatan pendapatan daerah di masa mendatang.

“Kami akan menyiapkan regulasinya supaya kita bisa bersinergi dengan pusat berkaitan dengan program kegiatan bagi masyarakat yang bekerja di bidang ekonomi kreatif. Jadi wisata kita maju, maka masyarakatnya juga bisa maju,” demikian Ramadansyah.

Baca juga: DPRD Kotim desak kepolisian segera tuntaskan kasus penganiayaan Camat MHU

Baca juga: Dinkes Kotim siagakan tenaga medis dan logistik hadapi kemarau panjang

Baca juga: Legislator Kotim minta pemkab perkuat literasi masyarakat terkait pinjol ilegal



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026