Pulang Pisau (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau Kalimantan Tengah Ahmad Jayadikarta mengajak seluruh seniman, pelaku seni dan generasi muda di kabupaten setempat untuk tidak ragu berkreasi dengan menjadikan peringatan Hari Tari Sedunia sebagai momentum penguatan seni budaya daerah.
“Kegiatan Pulang Pisau Menari #2 ini dipersilakan bagi para pelaku seni melakukan eksplorasi gerak, musik, kostum dan panggung dengan menampilkan keindahan gerak dan identitas daerah,” kata Ahmad Jayadikarta di Pulang Pisau, Rabu malam.
Dirinya menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap filosofi, sejarah dan nilai budaya yang melandasi setiap tarian. Ia menjelaskan pemahaman itu menjadi esensi utama dari berkarya dan berbudaya.
“Penting bagi pelaku seni untuk memahami filosofi, sejarah dan nilai budaya dalam setiap tarian,” terangnya.
Melalui kegiatan Pulang Pisau Menari #2, papar Ahmad Jayadikarta, kita menunjukkan kepada dunia Kabupaten Pulang Pisau kaya dengan nilai budaya, kreativitas dan semangat kebersamaan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah,” tegasnya.
Baca juga: Peringatan Hari Tari Sedunia perkuat identitas budaya daerah di Pulang Pisau
Dukungan tersebut tidak selalu kegiatan seremonial tetapi juga melalui pembinaan sanggar seni. Ia juga menyebut fasilitasi pelatihan, penyediaan ruang ekspresi serta penguatan jejaring antar pelaku seni terus didukung.
“Saya ingin kegiatan serupa dapat digelar rutin setiap minggu sehingga Pulang Pisau menjadi lebih hidup dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas,” ujarnya.
Peringatan Hari Tari Sedunia ini bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi ajang refleksi bersama tentang pentingnya seni tari sebagai identitas, jati diri dan kekuatan budaya daerah.
Ahmad Jayadikarta berharap kepada para seniman, penari, koreografer dan pegiat budaya untuk terus menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah.
“Teruslah berkarya, berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi jati diri kita,” terangnya.
Ia berharap jadikan momentum Hari Tari Sedunia ini sebagai pemantik semangat untuk memperkuat peran seni dalam kehidupan masyarakat. Momentum ini harus mendorong semua pihak untuk terus berkarya dan berbudaya secara konsisten.
Baca juga: GOW Pulang Pisau ajak perempuan perkuat sinergi lintas generasi
Baca juga: Inspirasi Kartini, perempuan diharapkan jadi pendobrak keterbatasan sosial di Pulang Pisau
Baca juga: Pemkab Pulang Pisau dukung rekomendasi DPRD terkait perbaikan dermaga di Kahayan Kuala