Pangkalan Bun (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Nurhidayah mengakui tantangan pembangunan di daerah tidak hanya bertumpu pada sektor sumber daya alam, melainkan harus diarahkan juga pada penguatan ekonomi berbasis masyarakat, termasuk sektor UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, seni dan budaya.

Pengakuan itu disampaikan Nurhidayah saat meresmikan secara langsung pasar seni Kyai Gede yang berada di jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, Senin.

"Hal itulah yang mendasari pembangunan pasar seni Kyai Gede ini. Di mana itu upaya strategis Pemerintah Daerah mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional ke sektor kreatif," ucapnya.

Menurut dirinya, pasar tersebut bukan hanya sekedar tempat jual beli, namun hadirnya pasar seni itu diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan tempat seniman lokal untuk menampilkan karya-karyanya.

"Tentu, keberadaan pasar seni ini menjadi destinasi wisata baru yang mendukung kunjungan wisatawan ke kobar, serta ini juga dapat menjadi ruang interaksi masyarakat yang nyaman, tertib dan modern," ungkapnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kobar itu pun mengatakan, dengan diresmikan pasar ini juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan, khususnya pasca berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM Kobar Fitriana menyampaikan, pembangunan pasar seni ini dibangun melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kobar tahun anggaran 2025.

"Dengan total anggaran sebesar kurang lebih Rp 2,8 miliar, pada progam peningkatan sasaran distribusi perdagangan," kata Fitriana.

Baca juga: Tiga kelurahan di Kobar dicanangkan sebagai Kelurahan Cantik 2026

Dia menyebutkan, terdapat beberapa fasilitas yang di sediakan di pasar seni Kyai Gede itu, diantaranya delapan unit kios usaha, satu unit cafetaria, satu unit tourism information center.

Selanjutnya ruang dekranasda, meeting room, area pelantaran usah dan ruang terbuka, fasilitas pendukung kebersihan dan drainase, serta sarana penunjang kenyamanan pengunjung lainnya.

"Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut, di harapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan, promosi produk UMKM lokal, pengembangan sektor pariwisata, dan menjadi wadah seni dan budaya masyarakat Kobar," demikian Fitriana.

Baca juga: Inovasi pembiayaan daerah berkelanjutan bawa Kobar raih penghargaan Creative Financing

Baca juga: Wabup Kotawaringin Barat tekankan penguatan kerja sama wujudkan pendidikan bermutu

Baca juga: Sertifikat profesi pemandu wisata Pemkab Kobar diikuti 100 orang