
UNDA bersama OJK dan Pegadaian berkolaborasi tingkatkan literasi dan edukasi keuangan bagi mahasiswa

Sampit (ANTARA) - Universitas Darwan Ali (UNDA) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Pegadaian dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, menggelar literasi dan edukasi keuangan bagi mahasiswa di kampus setempat.
"Kami menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan dunia pendidikan. Sinergi seperti ini sangat penting untuk mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sekaligus memperkuat implementasi program kerja TPAKD Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur, Kaspulzen Heriyanto di Sampit, Rabu.
Apresiasi itu disampaikan Kaspulzen mewakili Bupati Kotawaringin Timur saat membuka kegiatan literasi dan edukasi keuangan tersebut. Hadir puluhan mahasiswa dengan antusias memadati auditorium lantai 2 kampus terbaik di Kotawaringin Timur tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Rektor Universitas Darwan Ali, Andy Ismail, S. Kom, MM. Sementara itu, tampil sebagai narasumber adalah Pimpinan PT Pegadaian Cabang Sampit Alfuad serta Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Keuangan Daerah Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah, Khansa Muthia Rizkianti.
Kaspulzen mengatakan, kegiatan sejalan dengan program Literasi Keuangan Program "GENCARKAN"atau Gerakan Nasional Cerdas Keuangan. Pemilihan UNDA sebagai tempat acara dinilai sangat tepat karena sangat bermanfaat bagi mahasiswa di kampus ini.
Program "GENCARKAN" merupakan langkah strategis nasional yang diinisiasi oleh OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara masif dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya menjadi gerakan edukasi, tetapi juga bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, bijak, dan produktif dalam mengelola keuangan.
Berdasarkan data 2026, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai lebih dari 92 persen dan tingkat literasi keuangan mencapai lebih dari 66 persen. Capaian tersebut tentunya harus terus diperkuat melalui edukasi yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya generasi muda, pelaku UMKM, perempuan, dan kelompok produktif lainnya.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus berkomitmen mendorong perluasan akses keuangan yang aman, mudah dan terjangkau.
Baca juga: Pemkab Kotim prioritaskan sembilan paket strategis daerah
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya mahasiswa, agar mampu mengelola keuangan dengan baik, memahami produk dan layanan jasa keuangan, serta terhindar dari berbagai risiko keuangan ilegal.
Pemerintah daerah juga mengapresiasi kontribusi bersama dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia usaha dan pemerintah dapat berjalan bersama dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,
"Melalui Roadmap TPAKD 2026-2030, kami berharap semakin banyak program yang dapat dilaksanakan secara terpadu, termasuk penguatan akses pembiayaan UMKM, digitalisasi keuangan, edukasi keuangan di lingkungan pendidikan, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah," demikian Kaspulzen.
Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Keuangan Daerah Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah, Khansa Muthia Rizkianti menyampaikan apresiasinya atas antusias tinggi pihak UNDA beserta mahasiswanya dalam kegiatan tersebut.
Dia menjelaskan, tugas OJK adalah mengatur, mengawasi dan melindungi. OJK mengawasi kegiatan lembaga jasa keuangan dan melindungi masyarakat. Tujuannya agar masyarakat terhindar dari aktivitas-aktivitas keuangan ilegal sehingga tidak sampai dirugikan dalam hal keuangan.
Hasil penelitian, masalah keuangan berpengaruh terhadap kesehatan mental dan kondisi keluarga. Untuk itulah sangat penting bagi masyarakat, termasuk mahasiswa UNDA untuk memahami cara mengelola keuangan dengan baik.
"Juga supaya terhindar dari dampak negatif transaksi seperti pinjol dan judol hanya karena ingin mendapatkan uang dengan cepat, tapi akhirnya terjerat masalah," ujar Khansa.
Menurutnya, penting juga bagi setiap orang mengatur alokasi keuangan untuk gaya hidup, cicilan, investasi dan keinginan lainnya. Jangan sampai gaya hidup mengalahkan alokasi biaya untuk keperluan lainnya yang jauh lebih penting.
"Makanya penting untuk memahami cara mengelola keuangan. Kalau ada utang, segera lunasi. Kalau bisa jangan sampai utang. Jangan terpengaruh dengan opini orang. Prioritaskan kebutuhan dulu," demikian Khansa.
Baca juga: DPMPTSP Kotim ingatkan masyarakat waspadai penipuan mengatasnamakan OSS
Pimpinan PT Pegadaian Cabang Sampit Alfuad mengatakan, Pegadaian merupakan lembaga keuangan non-bank yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Dalam upaya mendukung percepatan literasi dan inklusi keuangan secara masif sebagaimana visi program GENCARKAN, yang segmennya antara lain pelajar, mahasiswa, UMKM, petani, nelayan, penyandang disabilitas, tokoh agama dan masyarakat lainnya.
Ini juga merupakan tindak lanjut rapat koordinasi TPAKD Kotawaringin Timur bersama OJK beberapa waktu lalu, yaitu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui program-programnya.
"Harapannya kegiatan yang dilaksanakan dapat membantu pertumbuhan ekonomi Kota Sampit dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain itu, untuk memudahkan akses keuangan kepada masyarakat," demikian Alfuad.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Darwan Ali, Andy Ismail menyampaikan apresiasi atas terlaksananya literasi dan edukasi keuangan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswanya dalam memahami pengelolaan keuangan dengan baik.
Antusias juga ditunjukkan para mahasiswa yang menjadi peserta kegiatan. Mereka aktif menyampaikan pertanyaan saat sesi diskusi sehingga suasana menjadi hidup dan kegiatan berjalan sukses.
Baca juga: Fraksi PDIP dorong pembentukan tim verifikasi penyerahan PSU
Baca juga: Pemuda di Sampit manfaatkan peluang usaha dari tren 'convex mirror selfie'
Baca juga: Disdik Kotim perkuat komitmen SPMB transparan dan akuntabel
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
