Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, memastikan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kuala Kurun, mulai terkendali.
Sekretaris Daerah Gumas Richard usai memimpin rapat di Kuala Kurun, Selasa, mengatakan pada Senin (11/5) antrean masih panjang walau SPBU di kota setempat sudah menambah jam operasional hingga malam hari.
"Namun pada pagi hingga siang hari ini, kondisi antrean mulai lebih terkendali," sambungnya.
Menurutnya, antrean pengisian BBM di SPBU mulai berkurang setelah dilakukan pengaturan oleh Polres Gumas, bersama Satpol PP serta Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perhubungan (DLHKP).
Pemkab Gumas bersama pemangku kepentingan terkait akan terus berupaya secara maksimal, supaya antrean pengisian BBM di SPBU dapat semakin terkendali hingga kembali normal seperti sedia kala.
Di sisi lain, Pemkab Gumas juga memberi perhatian terhadap harga BBM di tingkat pengecer, supaya masyarakat dapat tetap membeli dengan harga wajar.
"Dalam waktu dekat pemda juga akan menerbitkan surat edaran bupati terkait pengaturan jam operasional SPBU, tata kelola distribusi BBM selama kondisi antrean masih terjadi, serta harga di tingkat pengecer," ungkapnya.
Ia menilai keberadaan pengecer BBM masih dibutuhkan, khususnya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang jauh dari SPBU atau Pertashop.
Baca juga: Program Bapenda MAJA tingkatkan pemahaman pajak pelaku usaha di Gumas
Kendati demikian, tuturnya, pemda mengimbau para pengecer menjual BBM dengan harga yang wajar, agar tidak memberatkan dan tetap terjangkau oleh masyarakat luas.
Sebelumnya, Pemkab Gunung Mas meminta Pertamina menambah kuota BBM untuk menormalkan distribusi dan harga di tingkat eceran, menyusul menurunnya stok yang memicu antrean panjang di SPBU serta lonjakan harga BBM eceran.
Pertamina menyampaikan permintaan maaf dan memastikan akan memberi perhatian khusus kepada Gunung Mas, termasuk mengupayakan tambahan pasokan BBM serta memaksimalkan penyaluran melalui belasan Pertashop yang tersebar di desa dan kelurahan.
Baca juga: DPRD Gumas minta Pertamina optimalkan keberadaan Pertashop
Baca juga: Empat calon Paskibraka asal Gumas lolos seleksi tingkat provinsi
Baca juga: Perkemahan Tamu Ambalan wadah strategis pembentukan karakter remaja