Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) terus berupaya menekan angka perkawinan usia anak di daerah setempat.
Kepala DP2KBP3A Gumas Rina Sari melalui Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak Demo Aruslin Purba, di Kuala Kurun, Selasa, mengatakan angka perkawinan usia anak di daerah setempat terbilang cukup tinggi.
"Bahkan berdasarkan data 2023, angka perkawinan usia anak di Gumas mencapai 28,40 persen, jauh melampaui rata-rata provinsi sebesar 10,94 persen dan rata-rata nasional 6,92 persen," ucapnya.
Angka tersebut, lanjut dia, menempatkan Gumas sebagai kabupaten dengan persentase perkawinan anak tertinggi di Kalteng saat itu.
"Alhasil, pemkab terus menggencarkan sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak hingga ke berbagai sekolah di daerah setempat," beber dia.
Salah satunya yakni sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kuala Kurun, Desa Tumbang Hakau, Kecamatan Kurun, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, di antaranya dari unsur kerohanian, adat, PKK Gumas, serta perwakilan dari DP2KBP3A Gumas itu sendiri.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai dampak perkawinan usia anak terhadap pendidikan, kesehatan, kondisi psikologis, hingga ekonomi keluarga. Mereka juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik, agar mampu menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Baca juga: Sosok Tambun Bungai di Stan Gumas curi perhatian saat Kalteng Expo 2026
Ia menambahkan, dengan dilaksanakannya sosialisasi tersebut maka diharapkan peserta didik SMAN 2 Kuala Kurun dapat mengetahui lebih dalam mengenai dampak perkawinan usia anak.
Selain itu, sambungnya, kegiatan sosialisasi tersebut juga merupakan bagian dari upaya Pemkab Gumas dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).
"Sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak di SMAN 2 Kuala Kurun tersebut terselenggara berkat kerja sama antara DP2KBP3A dan TP PKK Gumas," demikian Demo Purba.
Baca juga: Gunung Mas bawa 'Semangat Tambun Bungai' di Karnaval Budaya FBIM 2026
Baca juga: Polres Gumas panen 12 ton jagung dari dua lokasi
Baca juga: Golkar Gunung Mas buka pendaftaran calon ketua DPD