Muara Teweh (ANTARA) - Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Shalahuddin meminta seluruh perangkat daerah mempercepat realisasi program dan kegiatan serta tidak menunda pekerjaan hingga akhir tahun anggaran.
"Pelaksanaan kegiatan yang tepat waktu akan membuat manfaat pembangunan lebih cepat dirasakan masyarakat," kata Shalahuddin pada rapat koordinasi bersama camat di daerah setempat di Muara Teweh, Senin.
Menurut dia, rakor camat tidak hanya menjadi kegiatan formalitas semata, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pembangunan, pelaksanaan program, serta pengelolaan anggaran di Kabupaten Barito Utara.
“Mari kita bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat kebersamaan demi mewujudkan Kabupaten Barito Utara yang maju, sejahtera, dan semakin baik di masa yang akan datang,” kata dia.
Bupati Barito Utara juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh camat yang telah memberikan masukan, ide, dan gagasan konstruktif selama pelaksanaan rapat koordinasi.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif, masukan konstruktif, ide dan gagasan serta semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh camat pada pemaparannya hari ini,” ujar Shalahuddin.
Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah agar memiliki kesamaan persepsi dan langkah dalam melaksanakan pembangunan daerah.Seluruh program dan kegiatan harus selaras dengan visi, misi, dan prioritas pembangunan Kabupaten Barito Utara.
“Jangan sampai ada program yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi dan tanpa arah yang jelas. Kita harus bekerja secara terpadu, terukur, dan fokus pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya kualitas perencanaan pembangunan. Ia mengingatkan agar setiap program dan kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, berbasis data, serta memiliki target dan output yang jelas. “Hindari kegiatan yang hanya bersifat rutinitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Terkait pengelolaan anggaran, Bupati menegaskan agar penggunaan anggaran daerah dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Ia tidak menginginkan adanya pemborosan anggaran maupun kegiatan yang tidak menjadi prioritas pembangunan.
“Setiap rupiah uang daerah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” demikian Shalahuddin.