
China serukan dialog konstruktif untuk nuklir Iran

Persoalan nuklir Iran, sangat kompleks dan sensitif. Karena itu perlu dukungan yang obyektif, praktis dan konstruktif dari semua pihak yang terlibat dalam dialog,"
Beijing (ANTARA News) - Pemerintah China menyerukan semua pihak terkait untuk mendorong dialog yang konstruktif, dalam kerangka hubungan diplomatik yang kondusif dalam pembahasan nuklir Iran di Kazakhstan.
"Persoalan nuklir Iran, sangat kompleks dan sensitif. Karena itu perlu dukungan yang obyektif, praktis dan konstruktif dari semua pihak yang terlibat dalam dialog," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei di Beijing, Jumat.
Pembahasan mengenai nuklir Iran akan kembali digelar di Alma-Ata, Kazakhstan pada Selasa (26/2). "China sangat menyambut positif digelarnya kembali pembahasan mengenai nuklir Iran," katanya.
Dalam pertemuan itu wakil dari lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus satu yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, China dan Jerman, akan hadir. Delegasi China akan dipimpin Ma Zhaoxu dari Kementerian Luar Negeri China.
Hong Lei mengatakan China selalu menekankan dialog dan negosiasi sebagai jalan terbaik untuk menghadapi isu nuklir Iran secara benar dan tepat.
China berharap semua pihak yang terlibat dalam dialog dapat sepakat untuk mencapai konsensus, memperkecil perbedaan pandang, dan mendorong proses negosiasi, katanya.
Hong Lei menambahkan hasil yang lebih positif dari pembicaraan itu nanti akan menjadi momentum adanya dialog dan kerja sama jangka panjang menuju stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan.
Ia menegaskan China akan terus memainkan peranannya secara konstruktif dan akan terus melakukan hal yang sama bersama seluruh pihak dalam pertemuan mendatang.
Pertemuan antara negara-negara P5+1 dengan Iran terakhir dilaksanakan pada Juni 2012 di Moskow.
(R018*R013)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
