
Puluhan Salon Di Muara Teweh Tanpa Izin

Salon yang sudah dilengkapi sejumlah perizinan tersebut hanya sedikit, yakni sekitar lima buah,"
Muara Teweh, 13/3 (ANTARA) - Sedikitnya 40 salon kecantikan dan potong rambut di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tidak dilengkapi izin dari pemerintah setempat.
"Salon yang sudah dilengkapi sejumlah perizinan tersebut hanya sedikit, yakni sekitar lima buah," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Barito Utara Taufik di Muara Teweh, Rabu.
Menurut dia, saat ini mulai banyak berdiri usaha salon yang hampir tersebar di dalam Kota Muara Teweh dan sekitarnya, namun usaha itu tidak diiringi dengan kesadaran pemiliknya mengurus perizinan dari pemerintah.
Dia mengatakan, saat ini masih belum dilakukan penertiban terhadap salon-salon yang belum dilengkapi izin tersebut, namun upaya pemerintah akan melakukan pendekatan dengan mengirim surat untuk mengajak pemilik mengurus tempat usaha yang menjanjikan itu.
"Jadi, sebelum ditertibkan kami akan melakukan pendekatan untuk mengimbau mereka mengurus perizinan di instansi yang telah ditunjuk," katanya.
Kepala Tata Usaha Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Barito Utara, Welmansyah mengakui puluhan salon di daerah ini belum dilengkapi izin sesuai peraturan.
Para pemilik salon itu wajib mengurus sejumlah perizinan diantaranya surat izin usaha perdagangan, izin gangguan/keramaian (HO), izin tempat usaha dan reklame.
"Pembuatan biaya perizinan tersebut merupakan salah satu sumber penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) yang potensial," katanya.
Seorang pemilik salon di Muara Teweh, Bardiyani menyatakan sangat keberatan dengan adanya salon-salon yang berdiri membuka usahanya tanpa ada dilengkapi izin dari pemerintah setempat.
"Saya keberatan dengan adanya salon-salon kecantikan tanpa izin. Bukan kita melarang mereka buka usaha, tapi pemiliknya harus sadar membuka usaha perlu ada izinannya, agar dalam berusaha tidak dikejar-kejar masalah," kata Bardiyani pemilik `Salon Yani` ini.
(T.K009/B/S019/S019)
Pewarta :
Editor:
Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
