Logo Header Antaranews Kalteng

Harga Daging Sapi Di Buntok Naik

Minggu, 28 Juli 2013 19:01 WIB
Image Print
Ilustrasi, Daging Sapi (Istimewa)
Sudah menjadi tradisi bahwa setiap memasuki bulan Ramadhan harga daging pasti mengalami kenaikkan, namun kenaikannya masih diambang batas toleransi dan konsumen mampu membeli,"

Buntok, Kalteng 28/7 (Antara) - Harga daging sapi di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah naik dari Rp110 ribu/Kg menjadi Rp120 ribu/Kg.

Seorang pedagang daging sapi di pasar Sayur dan Ikan (Saik) Beringin Buntok, Fitria, Minggu mengatakan, harga daging sapi yang dijual dalam beberapa hari terkahir Rp120 ribu/Kg.

"Kenaikan harga daging sapi terjadi seminggu sebelum memasuki bulan Ramadhan 1434 Hijriyah. Sebelum Ramadhan, harga daging yang kami jual tertinggi Rp110 ribu/Kg," kata Fitria.

Menurut dia, kenaikan harga daging seperti ini sudah menjadi biasa dan setiap tahun terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan khususnya bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

"Sudah menjadi tradisi bahwa setiap memasuki bulan Ramadhan harga daging pasti mengalami kenaikkan, namun kenaikannya masih diambang batas toleransi dan konsumen mampu membeli," katanya.

Harga daging sapi tersebut diperkirakan bertahan tinggi dan puncaknya menjelang lebaran tahun 2013 seiring permintaan masyarakat yang merayakan Idul Fitri.

Sementara harga daging ayam ras tetap bertahan pada posisi Rp35 ribu/Kg, sedangkan daging ayam buras (kampung) mengalami kenaikan dari Rp55.000 menjadi Rp60 ribu/Kg.

Harga kebutuhan pokok seperti beras, rata-rata naik Rp20 ribu/15 Kg, seperti beras siam biasa dari Rp120 ribu naik menjadi Rp140, beras unus mayang dari Rp160 ribu menjadi Rp180 ribu/15 Kg.

"Naiknya harga tersebut lantaran harga di tingkat pemasok beras dan telur mengalami lonjakan harga," kata Mahyudin, pedagang beras dan telur di pasar tersebut.

Telur ayam ras dari Rp1.200 menjadi Rp1.300/butir, telur itik dari Rp1.800 menjadi Rp2.000/butir, sementara telur ayam kampung bertahan pada posisi Rp1.500/butir.

"Kami terpaksa menaikkan harga jual beras dan telur karena harga tebus dari kontributor naik. Kalau harga tebus naik, kami juga ikut menaikkan dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat," kata dia.


(T.KR-BYU/B/S019/S019)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026