Pedagang Tagih Janji Pembenahan Pasar Keramat

id Ida Laila, Pedagang Tagih Janji Pembenahan Pasar Keramat, Pasar,

Pedagang Tagih Janji Pembenahan Pasar Keramat

Ilustrasi, (Istimewa)

Saat ini kondisi jalan dan lapak di pasar tersebut kurang mendukung untuk kenyamanan bertransaksi,"
Sampit (Antara Kalteng) - Pedagang di Pasar Keramat Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menagih janji pemerintah daerah setempat untuk membenahi pasar tradisional tersebut.

"Pemerintah daerah diminta segera menata infrastruktur di Pasar Keramat karena saat ini kondisi jalan dan lapak di pasar tersebut kurang mendukung untuk kenyamanan bertransaksi," kata anggota Komisi III DPRD Kotim, Ida Laila di Sampit, Selasa.

Ida menyampaikan aspirasi pedagang yang sudah beberapa kali mengeluhkan masalah tersebut karena kondisi yang ada kurang nyaman bagi pembeli.

Penataan pasar sangat penting untuk mempertahankan pasar tradisional tersebut agar bisa bersaing dengan pasar modern yang mulai bermunculan di Sampit.

Jika kondisi pasar tradisional tidak nyaman dikunjungi, maka pembeli pasti akan beralih ke pasar modern yang kini berlomba-lomba memanjakan pembelinya dengan memberikan pelayanan terbaik.

"Kalau pasar tradisional nyaman dan aman untuk dikunjungi maka saya yakin pasar ini nantinya tidak akan pernah mati sampai kapan pun. Sebaliknya, jika pasar tradisional tidak nyaman maka di samping terjadinya modernisasi pasar maka pasar ini sendirinya akan mati secara perlahan," ujarnya.

Saat ini bermunculan pusat perbelanjaan modern, bahkan jaraknya cukup dekat dengan pasar tradisional sehingga cukup berpengaruh terhadap kelangsungan pasar tradisional.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, baik legislatif maupun eksekutif untuk melindungi mereka yang berada di bawah payung pasar tradisional ini,"kata Ida Laila.

Pemerintah daerah harus menunjukkan kepedulian dan keseriusan membenahi dan meningkatkan pasar tradisional karena di tempat inilah urat nadi ekonomi kerakyatan yang turut menopang perekonomian daerah.


(T.KR-NJI/C/H-KWR/H-KWR)

Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar