
Titik Api Berkurang Drastis Di Kalteng

....berdasarkan satelit NOAA-18 terrekam hanya 7 titik api saja,"
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Berdasarkan data Posko Pengendalian Kebakaran Hutan, Lahan dan Pekarangan, titik api per 4 Agustus 2014 di Provinsi Kalimantan Tengah menurun drastis menjadi 7 titik.
Per 1 Agustus 2014 di provinsi ini terdapat 56 titik api dan pada 2 Agustus 2014 meningkat tajam menjadi 104 titik api, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng Muchtar di Palangka Raya, Selasa.
"Drastisnya penurunan jumlah titik api tersebut karena tanggal 3 dan 4 Agustus turun hujan sangat lebat. Jadi, berdasarkan satelit NOAA-18 terrekam hanya 7 titik api saja," tambah Muchtar.
Ke tujuh titik api tersebut, terdapat di dua kabupaten, yakni Kabupaten Kapuas dan Murung Raya. Di Kapuas, titik api terdapat di Desa Danau Rawah dan Desa Lahei Mangkutup, Kecamatan Mantangai masing-masing 1 titik api.
Kemudian, lanjut Kepala BPBD Kalteng, titik apa terlihat di Kabupaten Murung Raya yakni Desa Tumbang Olong 1 titik dan Tumbang Tujang 2 titik.
"Titik api juga terpantau di Desa Tumbang Tonduk, Kecamatan Laung Tuhup 1 titik api, dan di Desa Sungai Gula, Kecamatan Permata Intan 1 titik api," kata Muchtar.
Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangkaraya I Wayan Mustika, menjelaskan, kondisi cuaca saat ini el nino yang sebelumnya moderit, sekarang sudah mulai normal. Indikasi tersebut, dapat dilihat dari suhu muka laut di Pasifik Timur, dimana el nino menurun.
Diharapkan kemarau yang berkepanjangan tidak akan terjadi, karena yang tadinya sudah diprediksi untuk moderit el nino, sekarang turun menjadi ke arah lemah.
Namun yang terpenting bukan el ninonya, tetapi suhu muka laut di wilayah indonesia yang masih tinggi. Sehingga, membuat hujan diperkirakan masih normal, atau tidak sampai kekeringan berkepanjangan," terangnya.
"Agustus-September 2014 kemarau, tetapi potensi hujan masih tetap ada. Sebabnya, kemarau 2014 berbeda dengan kemarau 2013 lalu, karena di Kalteng masih lembab atau masih berpotensi turun hujan,," kata Mustikan.
(T.KR-JWM/B/A029/A029)
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
