
PT Sukajadi Sawit Mekar bergerak cepat sosialisasikan pencegahan dan simulasi penanggulangan karhutla

Sampit (ANTARA) - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM) bergerak cepat menghadapi kemarau dengan menggelar sosialisasi pencegahan serta simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak kita semua untuk mengutamakan pencegahan, tetapi ketika kebakaran lahan itu terjadi, kita pun sudah siap dan mampu menanggulanginya dengan cepat," kata Senior Manager Humas PT Sukajadi Sawit Mekar, Susanto Fitriadi di Sampit, Rabu.
Kewaspadaan inilah yang kemudian mendorong PT Sukajadi Sawit Mekar berinisiatif kembali menggelar sosialisasi pencegahan dan simulasi penanggulangan karhutla pada Rabu (20/5/2026). Perusahaan yang bernaung di bawah bendera Musim Mas Group ini rutin menggelar kegiatan ini setiap menjelang tibanya musim kemarau.
Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi perusahaan PT Sukajadi Sawit Mekar ini diikuti manajemen PT Sukajadi Sawit Mekar, Tim Damkar PT Sukajadi Sawit Mekar, pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Manggala Agni, BKSDA Pos Sampit.
Selain itu, turut hadir perangkat Desa Kenyala, Tim Masyarakat Bebas Api (MBA) Kenyala, perangkat Desa Tanah Putih, Tim MBA Tanah Putih, perangkat Desa Sebabi, Tim MBA Desa Sebabi, PT Wilmar Group, camat Telawang, Polsek Telawang, Damang Telawang, Danposramil Telawang, DAD Telawang dan Batamad Telawang.


Turut hadir Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Titik Setiyowati, Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Camat Telawang Deddy Jauhari, Damang Telawang Yustinus Saling Kupang beserta seluruh kepala desa sekitar perusahaan setempat.
Susanto menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen PT Sukajadi Sawit Mekar membantu pemerintah daerah dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. Diakui, Kotawaringin Timur termasuk daerah rawan karhutla sehingga bencana ini harus selalu diwaspadai setiap musim kemarau.
Sosialisasi ini dianggap penting untuk mengedukasi dan menyamakan pemahaman dalam mengutamakan pencegahan. Apalagi, pemerintah melarang pembukaan lahan dengan cara pembakaran, terlebih saat kemarau karena rawan memicu karhutla yang tidak terkendali.
Sementara itu simulasi diperlukan untuk memastikan kesiapan personel, armada dan peralatan lainnya. Tujuannya agar tim pemadam mempunyai kemampuan yang baik dan bisa bergerak cepat ketika terjadi kebakaran lahan untuk memadamkan api sehingga kebakaran tidak sampai meluas.
Melalui kegiatan ini, kesiapsiagaan semua pihak dalam mencegah dan menanggulangi karhutla diharapkan semakin baik. Dengan begitu, potensi bencana karhutla dapat diminimalkan.


Selain menjaga areal sendiri agar terhindar dari kebakaran lahan, PT Sukajadi Sawit Mekar juga memberikan dukungan peralatan kepada Masyarakat Bebas Api di desa-desa sekitar perusahaan sehingga para relawan pemadam kebakaran desa bisa bergerak cepat memadamkan api jika terjadi kebakaran lahan di desa.
"PT Sukajadi Sawit Mekar sangat serius dalam membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Ini akan terus kami lakukan secara konsisten," demikian Susanto.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam menyampaikan apresiasi atas sosialisasi pencegahan dan simulasi penanggulangan karhutla yang digelar PT Sukajadi Sawit Mekar. Dia menyebut, inisiatif ini patut menjadi contoh bagi perusahaan lainnya dalam membantu pencegahan dan penanggulangan karhutla.
"Dengan luas dan rumitnya geografis Kabupaten Kotawaringin Timur, pemerintah tentu cukup kesulitan, apalagi di tengah terbatasnya personel, peralatan dan anggaran. Dengan peran serta dunia usaha dan masyarakat, seperti yang dilakukan PT Sukajadi Sawit Mekar ini, tentu sangat membantu pemerintah daerah," kata Multazam.
Multazam mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta siaga darurat bencana kekeringan selama 185 hari, yakni terhitung 8 April hingga 10 Oktober 2026.


Hal ini juga menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan semua pihak untuk mewaspadai ancaman karhutla. Pemerintah daerah berharap semua pihak turut berpartisipasi, khususnya dalam upaya pencegahan sehingga karhutla tidak sampai terjadi.
"Partisipasi nyata seperti yang dilakukan PT Sukajadi Sawit Mekar ini sangat bermanfaat untuk menggugah kesiapsiagaan kita semua dalam mengantisipasi dampak kekeringan dan ancaman karhutla. Mudah-mudahan dengan kebersamaan, karhutla bisa kita cegah," harap Multazam.
Camat Telawang Deddy Jauhari menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas kepedulian PT Sukajadi Sawit Mekar. Tidak hanya dalam hal mencegah kebakaran lahan di area perkebunan sendiri, pihak perusahaan juga membantu desa-desa di sekitar perusahaan dalam upaya mencegah dan menanggulangi karhutla.
"Dengan komitmen tinggi kita bersama, kami yakin kita akan mampu lebih baik lagi dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. Terima kasih kepada PT Sukajadi Sawit Mekar yang telah menggelar kegiatan ini," ucap Deddy Jauhari.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Marjuki melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Titik Setiyowati, mengajak masyarakat untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang merusak atau mencemari lingkungan, seperti halnya membakar lahan.


Dia mengingatkan bahwa ada konsekuensi hukum bagi siapapun yang sengaja membakar lahan dan menyebabkan kebakaran tidak terkendali hingga merusak lingkungan. Masyarakat diimbau turut membantu pemerintah daerah dalam mencegah dan menanggulangi karhutla.
Sementara itu, peserta antusias mengikuti kegiatan. Saat sesi diskusi, peserta antusias menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber sebagai bekal pengetahuan terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Begitu pula saat simulasi penanggulangan kebakaran, tim pemadam kebakaran antusias terlibat dalam simulasi memadamkan api sebagai gambaran teknik memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar tanam lima hektare jagung dukung ketahanan pangan
Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar salurkan 10.000 liter Minyakita murah bantu masyarakat
Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar bantu ekonomi warga melalui Program Community Development
Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar sumbang puluhan ribu bibit ikan melalui Program Comdev
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
