Logo Header Antaranews Kalteng

Komda Kalteng Paparkan Progres Agenda REDD+

Jumat, 12 September 2014 13:09 WIB
Image Print

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Komda REDD+ Kalimantan Tengah paparkan progress atau perkembangan tujuh agenda "Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus" yang telah berjalan tiga tahun terakhir di daerah itu.

Agenda pertama telah terbentuk Organisasi Sekretariat Bersama dan mengoperasionalkan Training Center serta Operation Center REDD+ di Palangka Raya, kata perwakilan Komda REDD+ Yusurum Jagau, Palangka Raya, Jumat.

"Progres kedua terbangunnya Sistem GIS di Bappeda dan Pengadaan Jasa Pembuatan Peta Baseline di Pemprov Kalteng, serta Survey ke Area Eks-PLG," katanya.

Perkembangan agenda ketiga telah tersusunnya Strategi Daerah REDD+ maupun Reference Emission Level (REL) atau Tingkat Emisi Rujukan Kalteng, serta terbuatnya Dokumen Konsep dan Rencana Implementasi MRV.

Agenda keempat telah dilakukan percepatan Pengukuhan dan Penatagunaan kawasan hutan di Kabupaten Barito Selatan, Tata Kelola Perijinan Kebun dan Tambang di Barito Selatan (Barsel), Kapuas maupun Kotawaringin Timur (Kotim).

"Memantau Moratorium Pemberian Izin Baru, dan penundaan izin baru perkebunan, tambang dan kehutanan di 8 kabupaten, yakni Murung Raya, Barito Utara, Barsel, Kapuas, Gunung Mas, Pulang Pisau, Kotim dan Kotawaringin Barat," kata Yusurum.

Agenda kelima membangun e-learning sebagai bagian dari Capacity Building, melaksanakan Community Based Forest Fire Management (CBFFM) atau penanganan kebakaran hutan dan lahan berbasis masyarakat, Pelatihan Citizen Journalism dan Sekolah Hijau.

Keenam mengembangkan ekonomi dan pertanian serta kapasitas masyarakat lainnya di wilayah eks PLG bekerjasama dengan 4 Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) di wilayah Kalteng.

"Empat LSM tersebut yakni Lembaga Dayak Panarung (LDP), Jari Kalteng, BKAD Kahayan Hilir, dan BKAD Jabiren Raya," kata dia.

Budidaya jamur

BKAD Kahayan Hilir melatih pelatihan budidaya jamur di desa Mentaren 2 Pulang Pisau, dan BKAD Jabiren Raya melatih pelatihan anyaman rotan di Desa Henda Pulang Pisau.

JARI Kalteng berperan pengembangan budidaya keramba ikan ditiga kelurahan di Palangka Raya yakni Bereng Bengkel, Kameloh Baru dan Danau Tundai serta penguatan petani karet di desa Lamunti A1 dan Sei Kapar kabupaten Kapuas.

"Kalau LDP berperan sebagai penguatan kelompok tani karet dienam desa di Kapuas yakni Tarantang, Manusup, Pulau Kaladan, Lamunti, Kalumpang dan Katimpun," katanya.

Agenda ketujuh telah tersusun implementasi program Hutan untuk Masyarakat Adat melalui AMAN Kalteng. Kegiatan ini dimulai tahun 2013 berupa dukungan pemetaan partisipatif wilayah adat di Gunung Mas, yaitu Komunitas Tumbang Bahanei.

"Setelah ini akan melakukan tiga agenda menuju fase transformasi REDD+ di Provinsi ini," demikian Yusurum.


(T.KR-JWM/B/S019/S019)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026