Logo Header Antaranews Kalteng

DP3KP Kotim Minta Warga Waspada Rabies

Jumat, 20 Maret 2015 14:30 WIB
Image Print
Ilustrasi, Anjing Rabies (alldog360.blogspot.com) (Istimewa)

Sampit (Antara Kalteng) - Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah meminta masyarakat waspada rabies karena ditemukan anjing mengidap rabies di daerah itu.

"Status itu kami tetapkan karena di Kotim sudah ditemukan empat anjing yang positif mengidap penyakit rabies," kata dokter hewan DP3KP Kabupaten Kotim, Endrayatno di Sampit, Jumat.

Keempat anjing positif mengidap penyakit rabies tersebut masing-masing berada di Jalan Sudirman Sampit-Pangkalan bun kilometer 10, ada satu ekor. Di Jalan Sawit Raya V Sampit, satu ekot, Jalan Sawit Raya II satu ekor dan di Jalan Antang Barat satu ekor.

Menurut Endra, seluruh anjing yang positif mengidap penyakit rabies saat ini telah dimusnahkan, hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit rabies.

Dari empat anjing yang positif mengidap penyakit rabies tersebut satu diantaranya telah menyerang tiga orang, untuk itu anjing tersebut dimusnahkan.

"Korban serangan anjing sudah mendapatkan perawatan dan saat ini dalam tahap pemulihan," katanya.

Anjing pengidap penyakit rabies di kabupaten Kotim jumlah diperkirakan akan bertambah karena ada beberapa kepala anjing yang diduga mengidap rabies saat ini sedang dalam pemeriksaan di laboratorium kloinik hewan Palangka Raya.

Selain memusnahkan anjing yang diduga mengidap penyakit rabies, pihak DP3KP Kabupaten Kotim saat ini sedang melakukan vaksin terhadap hewan peliharaan.

"Saat ini vaksin yang kami lakukan untuk dalam Kota Sampit sudah mencapai 50 persen dan kami targetkan hingga akhir Maret 2015 nanti vaksin dalam kota Sampit akan mencapai 70 persen," terangnya.

Endra mengungkapkan, pelaksanaan vaksin anjing di Kabupaten Kotim terkesan berjalan lamban, hal itu terjadi karena terbatasnya tenaga atau dokter hewan di Kabupaten Kotim.

"Saat ini jumlah dokter hewan di Kotim hanya ada tujuh orang, itu pun saya harus memanggil temen-teman yang bertugas di daerah. Setelah selesai vaksin di dalam kota nantinya akan dilanjutkan di wilayah pedesaan yang ada di Kotim," ucapnya.

(T.KR-UTG/B/S019/S019)



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026