Logo Header Antaranews Kalteng

Warga Sampit Enggan Beli Daging Sapi Impor

Kamis, 30 Juni 2016 10:20 WIB
Image Print
Ilustrasi, Operasi Daging sapi Murah Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Provinsi Kalimantan Tengah menggelar operasi pasar daging sapi murah yang dijual lebih murah dari harga pasaran di Palangka Raya, Rabu (8/6). (FOTO ANTARA Kalteng/Rend
....Masyarakat Sampit tidak yakin jika penyembelihan sapi sesuai dengan ajaran Islam sehingga tidak halal kalau dikonsumsi,"

Sampit (Antara Kalteng) - Warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terlihat enggan membeli daging sapi beku impor karena meragukan kehigienisan daging tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotawaringin Timur (Kotim) I Made Dikantara di Sampit, Rabu mengatakan, warga juga mengaku meragukan penyembelihan sapi tidak sesuai dengan tata cara dan ajaran Islam.

"Pada umumnya masyarakat Sampit tidak yakin jika penyembelihan sapi sesuai dengan ajaran Islam sehingga tidak halal kalau dikonsumsi," tambahnya.

Made mengatakan, masyarakat Sampit sebagian besar lebih memilih membeli daging sapi segar lokal yang di sembelih di daerah itu meski harganya lebih mahal dari daging sapi impor.

Dia mengatakan, cara pandang masyarakat tersebut membuat penjualan daging sapi impor di Kotim kurang laku.

"Pantauan kita di lapangan dari 500 kilogram daging sapi impor yang dijual pedagang sampai saat ini tidak sampai 50 persen yang terjual," katanya.

Sebaliknya justru terjadi peningkatan terhadap penjualan daging sapi segar lokal meski harganya berkisar antara Rp130.000 hingga Rp140.000/kg.

Meski terjadi peningkatan permintaan terhadap daging sapi segar lokal, dipastikan dapat terpenuhi karena belum lama ini beberapa pedagang telah mendatangkan sapi dari daerah lain, seperti Sumatra, Bali, NTT, NTB dan Madura.

"Sedikitnya ada sekita 400 ekor sapi yang sudah siap di potong untuk memenuhi kebutuhan daging selama lebaran nanti," terangnya.

Sapi tersebut dipastikan sehat karena sebelum dikirim sapi-sapi tersebut telah diperiksa kesehatannya, begitu juga sesampainya di Kotawaringin Timur.

Sementara itu, salah seorang warga Baamang Sampit, Hariyanto mengaku lebih memilih daging sapi lokal karena cara menyebelih tidak diragukan lagi.

"Kita tahu sapi lokal disembelih berdasarkan ajaran Islam sehingga halal untuk dikunsumsi," katanya.




Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026