
Barut Siapkan 100 Stan "Pasar Wadai" Gratis

Muara Teweh (Antara) Kalteng - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menyiapkan 100 stan gratis bagi para pedagang musiman yang menjual aneka makanan khas atau "wadai" selama bulan Ramadhan 1436 Hijriah di daerah tersebut.
"Stan di pasar `wadai` (kue) tahun 2015 diberikan secara gratis kepada pedagang. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada pedagang saat bulan puasa," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Barito Utara (Barut), Dharma Rayadi di Muara Teweh, Kamis.
Pasar wadai yang stannya disediakan di kawasan stadion swakarya Muara Teweh itu akan dibuka Bupati Barito Utara Nadalsyah pada Kamis (18/6) dan berlangsung hingga 15 Juli 2015.
Bagi pedagang yang ingin mendapat tempat berjualan di pasar Ramadhan tersebut diharapkan mendaftar kepada panitia. Pedagang boleh langsung mendatangani panitia pasar Ramadhan bila ingin mendapat tempat menjual kue.
"Para pedagang pasar kuliner Ramadhan tahun ini yang sudah terdaftar pada panitia harus menyediakan meja sendiri untuk berjualan. Panitia hanya menyediakan standnya dan untuk mengantisipasi membludaknya peserta maka panitia menambah 10 stan cadangan," katanya.
Ia mengatakan, sudah ratusan pedagang "musiman" mendaftar di panitia. Mereka akan menjual aneka makanan ringan untuk bahan buka puasa masyarakat muslim daerah tersebut.
Dia mengharapkan para pedagang sama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban di lokasi pasar Ramadhan, sehingga sepanjang bulan suci ini mendapat berkah dari Allah SWT," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Barito Utara, Hajran Noor mengatakan, pihaknya akan membuka pasar murah bertepatan dengan awal puasa Ramadhan dan menjual 500-an paket sembako di lokasi pasar wadai.
"Paket sembako ini dimaksudkan untuk membantu warga kurang mampu. Caranya melalui pembagian kupon yang akan disebar di dua kelurahan, yakni Kelurahan Lanjas dan Melayu," katanya.
Pewarta : Kasriadi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
