
Barito Utara Siapkan 5.000 Bibit Durian

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tahun 2015 menyiapkan 5.000 bibit durian varietas lokal dan unggul nasional dengan cara okulasi atau sambung pucuk untuk salurkan kepada masyarakat.
"Tahun ini ribuan bibit durian itu siap disalurkan sebagai bantuan dan sebagian dijual untuk warga masyarakat," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Barito Utara, Setia Budi di Muara Teweh, Selasa.
Ribuan bibit durian yang dibudidayakan oleh Balai Benih Hortikultura milik pemkab setempat di Kilometer 7 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu itu jenis lokal dan unggul nasional yang dijual kepada masyarakat berkisar Rp25.000 sampai Rp35 ribu per bibit.
Durian jenis lokal itu antara lain untek undang, liang naga anak, datai, dan unggul lokal yang telah dipatenkan menjadi varietas nasional yakni gantar bumi, sedangkan varietas unggul nasional yang dikembangkan adalah sitokong dan montong yang merupakan hasil pembibitan pada 2011.
Ia mengatakan budi daya dengan sistem okulasi itu sudah berhasil dilakukan, karena bibit induk yang mudah didapat di kawasan hutan setempat dan usia berbuah lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan tanam biji.
"Kita harapkan tahun depan alokasi dana pembibitan bertambah sehingga pengembangan bibit durian ini ditambah lagi,"kata didampingi Kepala UPTD Balai Benih Holtikulura, Mujiburahman.
Kabupaten di pedalaman Sungai Barito itu telah mengembangkan puluhan ribu pohon durian di lahan seluas 258 hektare.
Lahan itu tersebar di wilayah Kecamatan Teweh Tengah seluas 138 hektare dan Gunung Timang seluas 130 hektare yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Dari ratusan hektare itu di antaranya merupakan lahan inti yang dikelola oleh pemerintah daerah seluas empat hektare dengan 260 pohon durian.
Sisanya, katanya, ada di lahan masyarakat dengan pola bergulir dan durian yang dikembangkan adalah jenis sitokong, montong, dan sijapang.
"Sebagian besar tanaman tersebut sudah berbuah," katanya.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
