
PMKRI Kecewa Menpora Tidak Jadi Hadir

...Sampai sekarang, jangankan Menpora, perwakilan dari Kemenpora saja tidak ada yang datang. Jelas kami sangat kecewa,"
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia cabang Palangka Raya kecewa dengan sikap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tidak jadi hadir serta membuka Konferensi Studi Nasional (PMKRI) pada Senin.
Ketua PMKRI Cabang Palangka Raya Karisma Putra Purwanto di sela-sela KSN mengatakan dua hari sebelum pelaksanaan kegiatan, Menpora masih memastikan membuka dan menjadi "keynote speaker" (pembicara utama) di kegiatan yang dihadiri seluruh kader PMKRI se-Indonesia.
"Kepastian kehadiran Menpora tersebut kami ketahui dari Pengurus Pusat PMKRI. Namun sampai sekarang, jangankan Menpora, perwakilan dari Kemenpora saja tidak ada yang datang. Jelas kami sangat kecewa," tegas dia.
Dia mengaku kekecewaan tersebut juga dirasakan elemen masyarakat dari suku Dayak yang sengaja datang ke pembukaan KSN untuk bertemu Menpora dan ingin menyampaikan sikapnya terkait persepakbolaan di Indonesia.
"Mereka sudah jauh-jauh datang dari daerah, namun ternyata menpora tidak jadi datang. Jadi tidak hanya kader PMKRI se-Indonesia yang berkumpul di Palangka Raya yang dikecewakan, tapi juga masyarakat Kalteng," ujar Karisma.
KSN yang dilaksanakan dari 27 - 30 Juli 2015 dan mengundang 66 cabang maupun tujuh calon cabang PMKRI seluruh Indonesia itu, akhirnya dibuka Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran yang turut dihadiri Kepala Kejaksaan Kalteng, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Kalteng.
Ketua Presidium PMKRI Pusat Lidya Natalia Sartono mengaku tidak mempermasalahkan batalnya Menpora membuka KSN. Dia memahami berbagai kesibukan Menpora sebagai pejabat Negara di bidang kepemudaan maupun olahraga.
"Menpora sebenarnya sudah mengutus salah satu Direktur di Kemenpora, namun karena perintah tersebut mendesak, jadinya tidak mendapat tiket pesawat dari Jakarta menuju Palangka Raya," demikian Lidya.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
