Logo Header Antaranews Kalteng

Pilkades Serentak Lebih Hemat dan Efektif

Kamis, 22 Oktober 2015 11:33 WIB
Image Print
Pemilihan kepala desa (Pilkades). (turateanews.com)
diharapkan calon kepala desa mau "blusukan" menyerap aspirasi masyarakat, daripada banyak menggelar panggung hiburan saja

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Sejumlah kabupaten di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah tengah mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, baik dari aspek payung hukum maupun teknis penyelenggaraannya.

Beberapa pimpinan daerah sudah menyatakan kesiapan menggelar Pilkades serentak pada akhir tahun 2015 seperti di Barito Utara dan Barito Selatan. Sementara lainnya mulai tahun 2016 di antaranya Seruyan, Kotawaringin Barat, dan Kotawaringin Timur.

Di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Pilkades secara serentak akan dilaksanakan daerah itu dalam tiga tahap. "Untuk tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2015 di 23 desa," kata Bupati Barsel, HM Farid Yusran pada acara sosialisasi Perda Nomor 6/2015 tentang Pilkades serentak dan Perda Nomor 7/2015 tentang Tata Cara Pilkades, di Buntok, beberapa waktu lalu.

Di Barito Utara (Barut), Pilkades serentak tahap pertama direncanakan pada November yang diikuti 60 desa.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Barito Utara (Barut) Arbaidi di Muara Teweh, mengatakan, pelaksanaan Pilkades itu tergantung pembahasan APBD perubahan antara pemerintah daerah dan DPRD. Kalau pembahasannya tidak memakan waktu lama, Pilkades serentak kemungkinan bisa digelar paling lambat pada November 2015.

Arbaidi mengatakan, dalam pelaksanaan pilkades ini pemerintah daerah mengacu pada peraturan daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2015 tentang pemilihan kepala desa.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Pemkab memutuskan ditunda sekitar setahun dari rencana semula November 2015 karena berbagai pertimbangan, antara lain peraturan daerah yang mengatur pilkades ini masih dalam penyusunan.

"Alasan selain itu, karena akhir tahun ini kabupaten kita juga menggelar pilkada Kotim, jadi dari sisi keamanan dikhawatirkan akan berpengaruh, makanya akhirnya diputuskan ditunda pada 2016," kata Kabid Pemerintahan Desa Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kotim, Juliansyah di Sampit.

Dari 168 desa yang ada di 17 kecamatan di Kotim, diperkirakan ada sekitar 70 desa yang akan menggelar pilkades pada tahap pertamanya. Saat ini sekitar 40 kepala desa sudah berakhir masa jabatan kepala desanya, sehingga Pemkab harus mengisi seorang penjabat kepala desa yang diambil dari pegawai kecamatan maupun sekretaris desa yang sudah berstatus pegawai negeri sipil.

Dua Pemkab lainnya yang juga merencanakan menggelar pilkades serentak tahap pertama pada tahun 2016 adalah Kotawaringin Barat sebanyak 27 desa dan Seruyan sebanyak 100 desa.

Dengan Pilkades yang dibuat menyerupai pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang pelaksanaannya serentak ini diharapkan calon kepala desa mau "blusukan" menyerap aspirasi masyarakat, daripada banyak menggelar panggung hiburan saja.

"Karena dengan 'blusukan' akan dapat menyerap langsung aspirasi masyarakat desa dan biaya yang dikeluarkan dalam kampanyenya pun akan lebih hemat," kata Bupati Barsel Farid Yusran.

Juga, tugas kepala desa ke depannya semakin berat, apalagi dengan adanya dana Rp1 miliar untuk satu desa yang dikucurkan pemerintah pusat.

"Untuk itu diharapkan kepala desa terpilih, benar-benar memiliki kemampuan yang baik untuk memajukan desa," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Barut Arbaidi.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026