
Bupati Barut Tanam Jagung Hibrida di Mampuak

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah Nadalsyah melaksanakan penanaman bersama jagung hibrida masa tanam Oktober-Maret 2015/2016 di Desa Mampuak II Kecamatan Teweh Timur.
"Pembangunan pertanian merupakan salah satu sektor pembangunan yang paling fundamental dan strategis karena bertujuan memenuhi sebagian dari kebutuhan dasar hidup manusia yaitu ketersediaan bahan pangan dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik dan berkelanjutan," kata Bupati Nadalsyah, Kamis.
Untuk itulah, kata dia pemerintah bertekad untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui upaya khusus (Upsus) pencapaian swasembada pangan yang meliputi tiga komoditi utama tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai (Pajale).
"Saya berharap secara pemetaan wilayah Kecamatan Teweh Timur ini mampu menjadi salah satu lumbung pangan kita, terutama penghasil jagung dalam skala ekonomis serta produksi padi ladang yang mempunyai keunggulan komparatif dan sebagai komoditi unggulan daerah Barito Utara," katanya.
Menurut Nadalsyah dalam visi dan misi pembangunan Barito Utara, khususnya pada skala prioritas pembangunan, secara eksplisit telah dicanangkan bahwa Kabupaten Barito Utara diarahkan menjadi kawasan agropolitan sapi potong dan unggas.
"Oleh sebab itu saya juga berharap bahwa acara tanam bersama komoditi jagung hibrida hari ini sekaligus dapat kita jadikan sebagai momentum terwujudnya misi tersebut melalui konsepsi aplikasi teknis budidaya secara terintegrasi antara ternak sapi dan tanaman padi ataupun jagung," kata dia.
Bupati Nadalsyah mengatakan dengan demikian akan tercipta nilai tambah yang berbasis agribisnis dalam upaya ikut bersaing di era globalisasi yang tidak dapat dihindari sekarang ini.
"Dimana sektor pertanian telah menunjukkan eksistensi dan keunggulannya pada masa-masa krisis ekonomi dan pada saat sektor usaha lainnya sedang menurun," kata Nadalsyah.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara Setia Budi mengatakan bahwa berdasarkan tipologi dan potensi lahan, animo masyarakat dan tingkat penerapan teknologi, luas terbesar pengembangan komoditi jagung berada di Desa mampuak I dan Mampuak II diikuti warga desa sekitarnya.
"Oleh karena itu, agar pengembangan jagung ini bisa berkelanjutan dalam skala ekonomis, kita akan membantu mengolah lahan yang cukup luas ini secara intensif dan permanen, sebagai percontohan pola usaha petani menetap," kata Budi.
Namun, kata Budi, ada kendala dan tantangan yang masih berada didepan mata, terutama infrastruktur seperti akses jalan menuju lokasi usaha tani, sarana pengairan dan dukungan alat mesin pertanian mulai dari alat tanam hingga pasca panen.
"Untuk itu kami mohon dukungan semua pihak agar secara bertahap animo dan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang dapat dilengkapi, sehingga aktivitas usaha tani lebih menguntungkan dapat berjalan sesuai dengan konsep agribisnis," ujarnya.
Realisasi luas panen jagung musim tanam April-September 2015 adalah 247 hektare dari sasaran luas tanam 255 hektar dengan provitas 38,16 Kuintal per hektare dan produksi 843 ton.
Dikembangkan dalam skala luas Desa Mampuak I dan Mampuak II, Jamut, dan Sei Liju Kecamatan Teweh Timur dan Desa Batu Raya Kecamatan Gunung Timang.
"Sedangkan total sasaran luas tanam pada musim tanam Okmar seluas 280 hektar menyebar pada lokasi yang sama," jelas Budi.
Pewarta : Kasriadi
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
