Logo Header Antaranews Kalteng

Dandim Sampit Yakinkan Mantan Gafatar Ditangani Baik

Sabtu, 20 Februari 2016 20:17 WIB
Image Print
Ilustrasi, Sejumlah warga eks-Gafatar berjalan menuju KRI Teluk Penyu-513 sesaat sebelum dipulangkan ke daerah asal melalui Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalbar, Sabtu (30/1). (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/16)

Sampit (Antara Kalteng) - Komandan Kodim 1015 Sampit Kalimantan Tengah Letkol Kav Enda Mora Harahap meyakinkan bahwa mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara akan ditangani dengan baik.

"Mereka itu masyarakat dan warga negara kita juga. Percayakan kepada pemerintah untuk menangani mantan anggota gerakan fajar nusantara (Gafatar)," kata Enda di Sampit, Jumat.

Kodim 1015 Sampit membawahi tiga kabupaten, yaitu Kotawaringin Timur (Kotim), Katingan dan Seruyan. Hasil pendataan, ada beberapa kelompok mantan anggota Gafatar yakni di kampung Sepang, Kecamatan Tumbang Manjul Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Di Tumbang Manjul ada 8 kepala keluarga dengan 48 jiwa yang merupakan pindahan dari Nangapinoh Kalimantan Barat pada Januari lalu, sedangkan di Kotim ada 11 kepala keluarga dengan 52 jiwa yang hidup terpencar," tambah Enda.

Pihaknya bersama pemerintah daerah sudah melakukan mediasi dan para mantan anggota Gafatar siap jika pemerintah daerah memutuskan akan mengevakuasi atau memulangkan mereka. Saat ini tinggal menunggu keputusan pemerintah provinsi dalam menyikapi masalah ini.

Untuk pembinaan, sudah dibentuk kelompok kerja untuk menanganinya. Jika harus dievakuasi pun, kata Enda, harus direncanakan dengan matang dengan melibatkan daerah asal para mantan anggota Gafatar tersebut yang di antaranya dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta bahkan sejumlah daerah di Sumatera.

TNI siap membantu menangani masalah mantan anggota Gafatar. Bahkan jika diperlukan tempat penampungan sementara, Enda menegaskan, markas Kodim dan Kompi setempat siap digunakan.



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026