
BNPB sebut IKD Kotim tertinggi di Kalteng

Sampit (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan hasil penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dan Indeks Risiko Bencana (IRB) 2025 yang menunjukkan nilai IKD Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah.
"Hasil penilaian Indeks Ketahanan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2025 sebesar 0.69 (tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah) dan IRB 2025 sebesar 85,84 (Indeks Risiko Bencana Sedang)," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Selasa.
Hasil penilaian itu disampaikan BNPB melalui surat ditandatangani Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati yang ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Tengah tertanggal 30 Januari 2026.
Dijelaskan, BNPB telah melakukan verifikasi dan finalisasi data Indeks Ketahanan Daerah (IKD) 2025 untuk penilaian Indeks Risiko Bencana (IRB) Tahun 2025 di tingkat kabupaten/kota.
Nilai IRB tahun 2025 dihitung dengan menggunakan salah satu input berupa nilai IKD Tahun 2025. Berdasarkan hasil pengolahan tersebut, nilai IRB Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 sebesar 104,76 dan Nilai IKD rata-rata kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 0,46.
IKD merupakan upaya untuk mengukur kapasitas penanggulangan bencana di wilayah administrasi di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengatur penanggulangan bencana menjadi urusan wajib daerah.
Nilai IKD skor 0 sampai 1. Semakin tinggi berarti semakin baik. Sementara Nilai IRB semakin rendah semakin baik, terutama pada pemenuhan peningkatan kapasitas sumber daya pada penanggulangan bencana.
Nilai IRB dipengaruhi oleh faktor bahaya dan kerentanan. Tingginya nilai IKD di Kotawaringin Timur 0,69 berperan dalam menekan nilai risiko bencana atau IRB menjadi 85,84, yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi 104,76.
Baca juga: ASN Kotim diimbau beli beras Bulog untuk jaga stabilitas harga
Strategi yang dijalankan berupa penguatan pengetahuan kesadaran kesiapsiagaan dan literasi masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim.
Selanjutnya, mengembangkan sistem peringatan dini berbasis teknologi informasi yang mampu memberikan respons cepat kepada masyarakat. Selain itu penguatan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan risiko bencana.
Sementara itu arah kebijakan yang diambil yaitu peningkatan mitigasi struktural dan non struktural dalam penanggulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim.
Peningkatan sistem peringatan dini kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana yang didukung teknologi informasi dan komunikasi modern.
Selain itu, meningkatkan kapasitas teknis manajerial dan kelembagaan pusat dan daerah serta pengembangan teknologi informasi yang mendukung pengelolaan risiko bencana.
Tingginya nilai IKD di Kotawaringin Timur menunjukkan bahwa kapasitas daerah yang dipimpin Bupati Halikinnor ini dalam menghadapi ancaman bencana, dinilai paling siap dibandingkan wilayah lainnya di Kalimantan Tengah pada tahun 2025.
Pencapaian ini memenuhi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dalam misi mewujudkan penyediaan infrastruktur melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana dasar yang ramah lingkungan pada sasaran terwujudya resiliensi terhadap bencana dan perubahan iklim. Ini dituangkan dalam Perda Kabupaten Kotim Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Kotim Tahun 2025 - 2029 pada halaman III-18.
"Terima kasih atas kerja sama dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang telah membantu dan berkontribusi pada pemenuhan 71 Indikator - 284 pertanyaan. Mudah-mudahan tahun berikutnya nilai ini bisa kita tingkatkan," demikian Multazam.
Baca juga: Peningkatan kompetensi guru jadi perhatian Disdik Kotim
Baca juga: DPRD Kotim usulkan skema konsorsium perbaiki jalan di Mirah
Baca juga: Bupati Kotim sampaikan aspirasi GPPI terkait kemudahan regulasi
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
