
Pemkot Palangka Raya bersiap hadapi ancaman karhutla

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mulai bersiap menghadapi ancaman kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang kerap terjadi di daerah setempat selama musim kemarau.
"Kami telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) lintas instansi termasuk TNI dan Polri guna membahas penetapan status siaga karhutla," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi di Palangka Raya, Selasa.
Ia mengatakan bahwa upaya pencegahan telah dilakukan lebih awal melalui patroli terpadu yang melibatkan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP hingga pemadam kebakaran. Selain itu, sosialisasi dan penguatan kapasitas juga dilakukan hingga tingkat kelurahan.
Menurut Budi, pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) menjadi salah satu strategi penting dalam deteksi dini dan penanganan awal karhutla di wilayah masing-masing.
“Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi perpanjangan tangan BPBD Kota Palangka Raya dalam menyampaikan informasi sekaligus memperkuat koordinasi penanganan di lapangan,” jelasnya.
“Secara umum, Pemerintah Kota Palangka Raya sudah siap menghadapi potensi karhutla. Hasil rapat ini akan menjadi dasar sambil menunggu keputusan Wali Kota untuk penetapan status siaga,” ujarnya.
Dia mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan memasuki musim kemarau pada pekan ketiga Mei 2026, dengan karakteristik lebih kering dan berlangsung hingga Agustus. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko karhutla, yang sebelumnya hanya terjadi di lahan terbuka dapat meluas hingga kawasan hutan dengan skala yang lebih besar.
Data BPBD Kota Palangka Raya mencatat, dalam periode sebelumnya mulai dari Januari terdapat 98 titik kebakaran lahan dengan luas terdampak sekitar 4 hektare. Sebaran kebakaran antara lain terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut, serta wilayah pemekaran seperti Sebangau. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit dilaporkan masih relatif aman dari kejadian karhutla.
"Pemerintah Kota Palangka Raya mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, guna mencegah meluasnya bencana karhutla di musim kemarau mendatang,” pungkas Budi.
Baca juga: Pemko Palangka Raya genjot pembangunan jalan dan drainase
Baca juga: Ketua DPRD Palangka Raya minta Pemko evaluasi kekurangan kinerja di 2025
Baca juga: Pemko Palangka Raya terus optimalkan peran Posyandu tingkatkan kesehatan masyarakat
Baca juga: Pemko Palangka Raya hubungkan dua kelurahan terisolir dengan jembatan gantung
Baca juga: Pemko Palangka Raya tidak terapkan WFH ASN usai libur Lebaran 2024
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
