
Palangka Raya perkuat antisipasi ancaman karhutla

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kalimantan Tengah (Kalteng) membentuk 30 Pos Lapangan (Poslap) sebagai antisipasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah setempat pada kemarau 2026.
Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet di Palangka Raya, Selasa mengatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk pemetaan wilayah rawan karhutla di seluruh wilayah kota.
“Kami sudah menyiapkan sekitar 30 pos lapangan (poslap) yang tersebar di 30 kelurahan di Kota Palangka Raya sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla,” katanya.
Ia menjelaskan, selain pembentukan poslap, BPBD juga melakukan patroli rutin, sosialisasi, serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla, khususnya menjelang musim kemarau panjang.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Upaya pencegahan ini penting karena apabila lahan, khususnya lahan gambut, sudah terbakar maka akan sulit dipadamkan,” katanya.
Lebih lanjut, Balap menambahkan bahwa BPBD Kota Palangka Raya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memperkuat upaya pencegahan. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni pembangunan embung atau penampungan air di kawasan rawan karhutla.
“Pembuatan embung ini akan dikerjakan bersama Dinas PUPR Kota Palangka Raya. Nantinya embung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber air saat terjadi kebakaran,” katanya.
Balap berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
"Melalui mitigasi yang dilakukan sejak dini, kami berharap potensi karhutla di Kota Palangka Raya dapat diminimalisasi, sehingga dampak yang ditimbulkan tidak meluas dan merugikan masyarakat," katanya.
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
