Logo Header Antaranews Kalteng

Waduh! UNBK Barut Terkendala Jaringan Internet Lambat

Selasa, 2 Mei 2017 19:51 WIB
Image Print
Para siswa dan siswi peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SLTP saat mengikuti ujian Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 1 Muara Teweh, Selasa (02/05/2017). (Foto Antara Kalteng/Kasriadi)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Hari pertama ujian nasional SMP dan sederajat di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah terutama ujian nasional berbasis komputer mengalami kendala di antaranya jaringan internet lambat, terutama pada pagi hari.

"Jaringan untuk konek ke server di pusat mengalami kelambatan beberapa menit terutama pelajar yang mengikuti UNBK di SMKN 1 Muara Teweh pada sekitar pukul 07.30 WIB mata pelajaran Bahasa Indonesia," kata kepala Dinas Pendidikan Barito Utara (Barut), Masdulhaq di Muara Teweh, Selasa.

Menurut Masdulhaq, kendala itu membuat siswa juga mengalami keterlambatan menjawab soal melalui komputer, namun hal itu masih bisa ditaasi oleh operator di sekolah tersebut.

"Pada prinsipnya pelaksanaan UNBK hari pertama ini aman, meski ada sedikit kendala namun bisa diatasi," katanya.

Masdulhaq menjelaskan UN tingkat SMP dan sederajat mulai 2-8 Mei 2017 di Kabupaten Barito Utara dengan peserta terdaftar sebanyak 2.407 pelajar tersebar di 45 sekolah di sembilan kecamatan.

Peserta Ujian Nasional Berbasis Pensil dan Kertas (UNPK) tercatat mencapai 1.693 siswa yakni 1.314 siswa SMP di 32 sekolah dan 379 siswa MTs di enam sekolah mengikuti. Sedangkan 714 siswa SMP di tujuh sekolah mengikuti UNBK.

"Pelaksanaan UNBK digelar di SMKN 1 Muara Teweh yang diikuti 624 siswa dari SMPN 1 Muara Teweh, SMPN 2 Muara Teweh, SMPN 10 Muara Teweh, SMP Santa Maria, dan SMP PGRI. Adapun UNBK yang digelar di SMAN 2 Muara Teweh diikuti 90 siswa dari SMPN 3 Muara Teweh dan SMPN 9 Muara Teweh," kata dia.

Pelaksanaan UNBK ini pihaknya telah meminta bantuan PT PLN untuk menyiapkan genset dan PT Telkom guna kelancaran internet selama pelaksanaan ujian nasional. Diharapkan dalam pelaksanan UN ini tidak terjadi kendala, sehingga berjalan lancar.

"Kita mengharapkan hasil UN tahun 2017 lulus 100 persen. Tingkat kegagalan atau keberhasilan merupakan tanggung jawab bersama baik sekolah maupun dinas," ujar Masdulhaq.



Pewarta :
Editor: Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026