Logo Header Antaranews Kalteng

Legislator Dorong Pemda Kotim Swasembada Daging

Rabu, 12 Juli 2017 06:05 WIB
Image Print
Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur. (Foto Antara Kalteng/Untung Setiawan )

Sampit (Antara Kalteng) - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mendorong pemerintah daerah itu menggalakkan program agribisnis dengan meningkatkan produktivitas dan populasi sapi untuk berswasembada daging.

Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur di Sampit, Selasa mengatakan, pemanfaatan potensi yang ada khususnya di sektor ini, seperti pembudidayaan peternakan sapi potong diintegrasikan dengan pertanian, yakni memanfaatkan limbah jerami untuk pakan ternak, dan kedua bidang ini bisa sinergis dan menjadikan hasil yang optimal.

"Pelaksanaan program peternakan terintegrasi di Kotawaringin Timur diharapkan mampu menjadikan masyarakat lebih mandiri dan sejahtera, yang semua itu merupakan buah dari peran semua pihak utamanya kesadaran masyarakat setempat dan pemerintah daerah," tambahnya.

Rudianur mengungkapkan, dalam penerapan program intensifikasi peternakan di Kotawaringin Timur masih tergolong belum maksimal, meski demikian tetap diharapkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani di setiap desa mempunyai komunitas yang jelas sehingga kedepannya memudahkan pemerintah daerah dalam pemberian pendampingan dan pembinaan.

Dengan kesadaran yang tinggi dan sikap kemandirian yang dimiliki akan memudahkan peran pemerintah daerah, sehingga tugas dan beban yang diembanpun tidak terlalu besar, yakni dukungan berupa pembinaan dan pendampingan dengan memfasilitasi tenaga penyuluh.

"Pemerintah daerah tidak lagi harus mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan pembelian sapi atau bibit (anak sapi), semua itu sudah disiapkan masyarakat secara mandiri, dan tugas pemerintah daerah memberikan bantuan pendukung saja seperti pembuatan kandang secara kolektif, menyiapkan tenaga penyuluh lapangan, dan pelatihan-pelatihan," katanya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur I Mada Dikantara menyatakan, jika daerah ini menginginkan swasembada daging maka harus ada sekitar 30 ribu ekor sapi yang mampu berkembang biak.

"Untuk memenuhi kebutuhan itu saat ini kita sudah menyalurkan 100 ekor sapi betina produktif yang dibagikan guna memperbanyak populasi sapi di Kotawaringin Timur," terangnya.

Direncanakan total bantuan yang akan disalurkan ke masyarakat nantinya ada sebanyak 200 ekor sapi betina produktif, dan dari jumlah itu baru 100 ekor yang telah disalurkan.

Lebih lanjut Made mengatakan, Kotawaringin Timur saat ini sedang mengupayakan untuk swasembada berbagai macam kebutuhan pokok, salah satunya daging, yang akan dilakukan secara bertahap karena diberikan secara gratis, dengan sarat sapi betina bantuan pemerintah tersebut tidak boleh dipotong agar bias berkembang.

"Namanya pembibitan harus dikembangkan agar populasi bertambah. Agar sapi betina bantuan itu tidak dijual dan dipotong maka kita buat perjanjian dengan masyarakat atau kelompok tani penerima," jelasnya.

Made menambahkan, untuk mekanisme pengembangbiakan sapi bantuan dari pemerintah tersebut akan diserahkan kepada petani sapi yang ada di Kotawaringin Timur secara bergulir.

"Sapi yang diserahkan dipelihara dan dikembangbiakan, ketika punya anak induknya digulirkan ke petani lain," demikian Made.



Pewarta :
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026