Logo Header Antaranews Kalteng

KPU Barito Utara Gelar Diskusi Pilkada 2018

Senin, 31 Juli 2017 06:56 WIB
Image Print
KPPU Kabupaten Barito Utara melaksanakan diskusi pilkada serentak 2018 yang diikuti seluruh Ketua RT di Kelurahan Lanjas dan Melayu Kecamatan Teweh Tengah serta Kelurahan Jambu dan Jingah Kecamatan Teweh Baru,di aula Penginapan Dermaga Jalan Meranti

Muara Teweh (Antara Kalteng)- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggelar diskusi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serentak yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang.

"Diskusi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara yang ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan, dan mengharapkan partisipasi diskusi bisa aktif dan nantinya akan timbul hal-hal yang perlu kita diskusikan bersama," kata Ketua KPU Barito Utara Alamsyah di Muara Teweh, Minggu.

Menurut Alamsyah, kegiatan yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Karena pada kegiatan-kegiatan yang telah lalu hanya dilaksanakan bimbingan teknis (Bimtek), sosialisasi, pengarahan, melakukan pelatihan dan lainnya.

Dalam kegiatan diskusi ini, mengundang semua ketua RT, karena ketua RT lah yang banyak berperan didalam mensukseskan Pilkada nanti. Ketua RT lah yang banyak mengetahui terkait keadaan di wilayahnya, baik mengenai pemilih yang meninggal dunia, pemilih yang pindah, penduduk yang datang maupun yang pergi.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Camat Teweh Tengah, Lurah Lanjas dan Lurah Melayu. Ketua RT adalah merupakan ujung tombak terkait penetapan data pemilih, karena data-data pemilih ini yang dari RT atau dari desa disampaikan kepada Lurah dan Camat kemudian data-tata pemilih tersebut disampaikan kepada pimpinannya," katanya.

Alamsyah mengatakan data-data pemilih ini lah yang nanti sebagai bahan KPU untuk menyusun daftar baik daftar pemilih sementara (DPS) maupun daftar pemilih tetap (DPT). DPS itu setelah kita sudah mencocokkan, artinya nama-nama yang diterima dari bawah di paduserasikan dengan data-data yang datang dari atas (data kependudukan-red) dari Depdagri yang disampaikan ke Gubernur, ke Bupati dan dari KPU pusat juga ada yang disampaikan ke KPU Provinsi kemudian disampaikan ke KPU Kabupaten.

Data ini kemudian kito cocokkan data pemilih ini, sehingga nantinya mana yang ternyata orangnya tidak ada, bisa dicoret oleh petugas pemutakhiran data pemilih atau yang sudah meninggal dunia langsung dicoret, pendatang baru yang belum terdaftar bisa didaftarkan kembali.

"Oleh karena itu kita berkumpul disini untuk berdiskusi dalam rangka mencocokan dan bertukar pikiran, bertukar pendapat sekaligus menjadi bahan dan pengetahuan kita tentang pendataan pemilih. Ketua RT juga berperan untuk mengajak warganya untuk datang ke TPS untuk memberikan hak pilihnya," jelasnya.

Ketua KPU juga berharap pilkada yang akan datang, 100 persen pemilih di RT masing-masing untuk bisa datang ke TPS.

"Apabila di RT nya ada 100 orang pemilih dan ke 100 orang tersebut datang semuanya ke TPS, hal itu merupakan suatu prestasi didalam bidang politik dan prestasi dalam mensukseskan pilkada," ujarnya.

Kegiatan diskusi tersebut juga dihadiri anggota KPU Barito Utara, Sekretaris KPU Agodiansyah, Lurah Lanjas dan Lurah Melayu serta Kelurahan Jambu dan Kelurahan Jingah Kecamatan Teweh Baru seluruh Ketua RT dalam kota Muara Teweh, pelajar tingkat SLTA/Sederajat dan undangan lainnya.



Pewarta :
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026