Logo Header Antaranews Kalteng

Bulog Libatkan 367 RPK Stabilkan Harga Beras

Selasa, 30 Januari 2018 17:38 WIB
Image Print
Bulog Subdivre Sampit memeriksa kualitas beras di gudang untuk memastikan beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat memiliki kualitas bagus. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Badan Urusan Logistik Divisi Regional Kalimantan Tengah tidak hanya melakukan operasi pasar dan pasar penyeimbang, namun juga melibatkan 367 kios Rumah Pangan Kita untuk menstabilkan harga beras di provinsi nomor dua terluas di Indonesia ini.

Keberadaan ratusan RPK yang tersebar di 11 Kabupaten/kota itu membuat agen dan pedagang eceran tidak sembarangan menaikkan harga beras, kata Kepala Bulog Divren Kalteng, Ma`ruf di Palangka Raya, Selasa.

"Stok beras di gudang per 29 Desember 2017 mencapai 4.942 ton, sehingga mampu memenuhi kebutuhan di provinsi hingga 3,15 bulan. Jadi, stok beras itu bertahap kita suplai ke ratusan RPK untuk dijual ke masyarakat," katanya.

Walau stok aman dan berbagai langkah mengendalikan harga beras telah dilakukan Bulog Kalteng bersama Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) setempat, namun beras jenis premium sering terjadi kenaikan di pasar tradisional maupun moderen.

Ma'ruf mengaku naiknya harga beras jenis premium sebenarnya tidak terlalu berdampak pada gejolak harga. Sebab, konsumen beras premium tergolong mampu dan apabila merasa mahal dapat membeli beras jenis medium.

"Kita di Bulog memang hanya menjual beras jenis medium. Jadi relatif sulit mengendalikan harga beras jenis premium. Tapi kan beras jenis premium atau medium itu soal selera saja. Terpenting itu, beras di Kalteng selalu tersedia dan harganya relatif stabil," ucapnya.

Kepala Bulog Divren Kalteng ini pun berharap agar media, khususnya media nasional, agar turut membantu mengendalikan harga. Sebab, beberapa kali terjadi gejolak harga di DKI Jakarta berdampak pada provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila" ini.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026