
6 korban kecelakaan Desa Pundu dikirim ke Kalbar untuk dimakamkan
Sabtu, 3 Februari 2018 23:51 WIB

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Tiga korban kecelakaan di Desa Pundu, Kecamatan Campaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah yang mengalami luka berat akhirnya dirujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus Kota Palangka Raya, Sabtu (3/2/18) malam dari RS Kasongan, Kabupaten Katingan.
"Kondisi tiga korban yakni Dedi Mulyadi (45) dan Lukman Hakim (26) sudah siuman dan bisa berkomunikasi, sedangkan rekannya Hanapi (30) belum bisa berkomunikasi karena mengalami luka dalam dan patah salah satu tangan atau kakinya," kata Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalteng Agung Tri Gunardi melalui petugas Mobile Service Fitriadi Abdi Suhada.
Pasalnya ketiganya setelah mengalami insiden maut tersebut, langsung dibawa pihak warga ke rumah sakit Kasongan, guna memberikan pertolongan pertama kepada mereka.
"Ketiganya ini sudah dijaminkan biaya pengobatannya. Untuk satu orang jaminan pengobatannya sebesar Rp20 juta per orang," kata Fitriadi.
Dia menambahkan, untuk lima orang korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut atas nama Iyus (28), Mukminin (40), Aulia (25), Agusni (30) dan Hamzah (43) dimakamkan di Desa Pundu.

Sedangkan sisanya enam orang lainnya dikirim ke Pontianak, Kalimantan Barat untuk dimakamkan ditempat asal mereka.
"Katanya mereka, sanak keluarganya menunggu di Masjid Kabupaten Kubu Raya. Bahkan dua orang dari enam korban yang di bawa ke Pontianak, ahli warisnya sudah menerima biaya santunan sebesar Rp50 juta. Yang lainnya masih dilakukan pencarian para ahli warisnya," ucap Abdi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketiganya yang diduga mengalami patah tulang pada bagian organ tubuhnya mendapatkan perawatan intensif dari tim medis RSUD Doris Sylvanus
Hal tersebut tidak lain untuk memulihkan kondisi mereka setelah terlibat insiden kecelakaan maut. Maka dari itu pula ketiganya harus menjalani rawat inap serta memulihkan kondisi mereka untuk diobati.
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
