
Tiga warga Bartim positif tertular virus rabies

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Tiga warga Desa Lalap, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, yakni RU, ES dan DR positif tertular virus rabies setelah terkena gigitan anjing peliharaannya.
RU digigit dikaki kanan bagian paha atas pada tanggal 15 Juli 2018. ES digigit dipergelangan tangan kanan dan telapak serta punggung pada tanggal 30 Juli 2018 dan DR digigit dipergelangan tangan kiri pada tanggal 8 Agustus 2018.
"Hasil pemeriksaan labolatorium menyatakan tiga warga tersebut positif rabies," kata Kepala Puskesmas Bentot, Belwanto melalui Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Rana, Selasa.
Rana mengatakan, tahun 2018 ada tujuh kasus gigitan anjing dan satu kucing. Dari tujuh kasus gigitan anjing itu ada tiga warga yang dirawat dan dinyatakan positif rabies. Ketiga pasien itu kini sudah disuntik vaksin anti rabies. Namun dua diantaranya masih rawat jalan.
Menurut Rana, kasus penularan virus rabies ini diduga disebabkan dari anjing liar yang terinfeksi virus rabies kemudian menggigit anjing peliharaan warga dan kemudian menularkan melalui gigitan.
Baca juga: Ini cara Distan Bartim untuk vaksinasi rabies ribuan anjing
Ia berharap kasus rabies ini bisa ditanggulangi dengan adanya kerjasama antara Puskesmas Bentot, Pemerintah Desa Lalap dan Dinas Pertanian selaku leading sektor penanggulangan virus rabies.
"Kita siap membantu. Jika ada penyuntikan kami bisa dilibatkan. Namun sebelum penyuntikan vaksin hendaknya ada pemberitahuan terlebih dahulu tentang tempat dan waktu pelaksanaan, agar warga bisa menyiapkan anjing peliharaan mereka," katanya minta melibatkan Pemerintahan Desa Lalap.
Rana juga menyebutkan, terkadang warga enggan mengakui kalau anjing peliharaan yang terkena rabies adalah miliknya.
"Terkadang ada seperti itu. Mungkin takut diminta pertanggungjawaban oleh korban yang terkena gigit. Padahal, yang diperlukan pada anjing tersebut yakni observasi atau penelitiannya," ungkapnya.
Baca juga: Ini Cara Kenali Gejala Rabies, Jangan Remehkan
Kepala Dinas Pertanian Bartim, Riza Rahmadi menerangkan, tim vaksinasi Distan Bartim telah menyuntikkan vaksin rabies pada 469 anjing peliharaan warga di Kecamatan Patangkep Tutui.
Diantaranya di Desa Bentot ada 99 ekor anjing, Pulau Padang ada 13 ekor, Betang Nalong ada 39 ekor, Lalap ada 71 ekor, Ampari Bura ada 174 ekor, Kotam sebanyak 35 ekor dan Desa Mawani ada 38 ekor.
Riza juga menegaskan, kasus gigitan anjing tidak bisa langsung dikatakan positif rabies. Namun harus melalui tahapan observasi dan anjing yang diduga terinfeksi virus rabies harus di observasi dengan mengirim bagian otaknya ke Balai Veteriner di Banjar Baru, Kalsel.
"Jika hasilnya positif, maka bisa disebut positif rabies," katanya.
Riza mengakui, wilayah perbatasan seperti Desa Lalap yang berbatasan dengan Provinsi Kalsel menjadi kendala terbesar. Selain itu, daerah tersebut juga masih banyak hutan sehingga tim vaksinasi kesulitan melacak anjing liar.
"Kita akan kerahkan tim vaksinasi untuk menyisir ulang di sekitar Desa Lalap dengan meminta bantuan pihak kepolisian setempat. Selain itu, adanya kasus ini akan kami kordinasikan dengan Pemkab Tabalong, Kalsel," tandas pria berkacamata itu.
Pewarta : Habibullah
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
