Priyanka Chopra dituntut mundur dari Duta Kebaikan UNICEF

id Priyanka Chopra, Duta Kebaikan UNICEF,Priyanka Chopra dituntut mundur dari Duta Kebaikan UNICEF

Priyanka Chopra dituntut mundur dari Duta Kebaikan UNICEF

Pernikahan Priyanka Chopra dan Nick Jonas (Instagram/@priyankachopra)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah orang di India membuat petisi menuntut pencopotan Priyanka Chopra sebagai Duta Kebaikan UNICEF gara-gara cuitannya soal konflik antara India dan Pakistan.

Pada Selasa (26/2), aktris itu mencuit frasa Hindu yang kalau diterjemahkan kira-kira artinya "Hidup India".

Itu adalah hari yang sama saat jet tempur India membombardir kamp pelatihan di Pakistan yang dibalas dengan tembakan ke arah jet dan berakhir dengan tertangkapnya sang pilot, TMZ melaporkan Sabtu (2/3).

Seperti diketahui, Priyanka Chopra terkenal berasal dari keluarga besar angkatan bersenjata India.

Meski demikian, petisi meminta agar sebagai publik figur, Chopra tetap bersikap netral selaku pemegang anugerah Duta Kebaikan dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (Goodwill Ambassador of Unicef).

"Perang antara dua kekuatan nuklir hanya dapat mengarah pada kehancuran dan kematian. Sebagai duta besar UNICEF, Priyanka Chopra seharusnya tetap netral dan damai, tetapi tweet-nya mendukung pasukan senjata India setelah mereka menyerang wilayah udara Pakistan, menunjukkan sebaliknya. Dia tidak pantas mendapatkan gelar ini lagi."

Petisi dimulai di Pakistan dan tidak menyebutkan kelompok militan yang bermarkas di Pakistan. Saat ini petisi sudah berhasil mengumpulkan beberapa ribu tanda tangan.

UNICEF tidak berkomentar, dan TMZ telah menghubungi perwakilan Priyanka.

Bentrokan keras antara pasukan India dan Pakistan dimulai 2 minggu lalu ketika sebuah bom mobil bunuh diri menewaskan 40 tentara India. Kelompok militan Pakistan mengaku bertanggung jawab.

Priyanka tidak membuat komentar publik lainnya. Faktanya, ini sudah seperti biasa--dia dan suaminya Nick Jonas terbang kembali ke India awal minggu ini.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar