Surabaya selenggarakan pameran manufaktur internasional 2019

id Manufakturing Indonesia, pameran manufakturing Surabaya, pameran manufakturing internasional

Kegiatan industri manufakturing (Ist)

Kami berharap pameran ini menyediakan solusi terbaik dalam satu atap bagi kebutuhan industri manufaktur di Indonesia Timur
Surabaya (ANTARA) - Pameran manufaktur internasional ke-15 yang menampilkan mesin perlengkapan dan peralatan industri manufaktur terkini akan digelar di Grand City Convention & Exhibition Center Surabaya, Jawa Timur pada 17-20 Juli 2019.

Direktur Event PT Pamerindo Indonesia, Maysia Stephanie di Surabaya, Minggu, mengatakan target pengunjung pameran adalah 6.000 orang, dan nama-nama besar penyedia kebutuhan produk manufaktur yang akan meramaikan pameran di antaranya adalah Kawan Lama, Anugerah Tekniktama, First Machinery Trade & Co, Pandulima.

Pameran juga didukung Gabungan Industri Aneka Tenun Plastik Indonesia (GIATPI), Asosiasi Industri Mold & Dies Indonesia (IMDIA), Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI – IWES), dan dibuka setiap pukul 10.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB (17-20 Juli) dan untuk Sabtu, 21 Juli mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

"Kami berharap pameran ini menyediakan solusi terbaik dalam satu atap bagi kebutuhan industri manufaktur di Indonesia Timur," katanya.

Selain itu, Manufacturing Surabaya bisa menjadi partner strategis dalam mendukung upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sepuluh kekuatan ekonomi terbesar di dunia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 2030.

Baca juga: Produk unggulan Kotim dipamerkan di expo tingkat nasional

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyebutkan, bahwa industri manufaktur memegang peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 20 persen di Produk Domestik Bruto (PDB).

Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebutkan, produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) mengalami peningkatan sebesar 4,45 persen pada kuartal I tahun 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Geliat industri manufaktur Indonesia juga terlihat dari capaian Purchasing Managers’ Index™(PMI™) yang dirilis oleh Nikkei pada Mei 2019 sebesar 51,6, atau naik dibanding bulan sebelumnya yang ada di posisi 50,4. Peringkat di atas 50 menandakan sektor manufaktur tengah ekspansif.

"Oleh karena itu, pameran Manufacturing Surabaya ini merupakan bentuk dukungan penuh Pamerindo Indonesia untuk mengakselerisasi peningkatan pertumbuhan industri manufaktur khususnya di Indonesia Timur," katanya.

Baca juga: Stand Barito Utara ramai dikunjungi masyarakat
 

Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar