Dinkes diminta dampingi produksi masker UMKM

id Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo ,Dinkes diminta dampingi produksi masker UMKM

Dinkes diminta dampingi produksi masker UMKM

Pekerja di BLK Kemnaker menjahit masker yang akan dibagikan ke masyarakat umum (Dokumentasi Kemnaker)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo meminta agar petugas Dinas Kesehatan mendampingi sejumlah UMKM yang saat ini memproduksi masker agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar kesehatan.

"Kami juga dorong supaya UMKM-UMKM yang memproduksi (masker) bisa melaksanakan (produksi) dengan baik. Harus ada pendampingan dari Dinkes setempat sehingga produknya sesuai dengan syarat kesehatan," kata Komjen Sigit, saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Selasa.

Pihaknya menyambut baik UMKM yang mulai membuat produk masker.

Baca juga: Polisi ungkap 77 kasus hoaks di medsos terkait Corona

Tingginya permintaan masyarakat terhadap masker diharapkan bisa dipenuhi oleh produk masker yang diproduksi oleh UMKM-UMKM.

Sebelumnya, Bareskrim Polri dan jajaran Polda hingga 2 April 2020 tercatat telah menetapkan status tersangka terhadap 33 pelaku penimbunan masker dan hand sanitizer.

Para tersangka tersebut, tidak hanya penimbun masker dan hand sanitizer saja, tapi ada juga para pedagang yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga jual berkali lipat.

Baca juga: Kabareskrim: tak ada pihak timbun/naikan harga sembako ditengah wabah Corona

Mantan Kadivpropam Polri ini menegaskan pihaknya terus mengawasi penjualan masker untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan terkait tingginya permintaan terhadap masker di masa wabah COVID-19 ini.

"Beberapa waktu lalu (dilakukan) penindakan terhadap orang-orang yang menimbun. Terus kami kawal, supaya jangan ada lagi penimbunan," kata Sigit.

Baca juga: Kabareskrim baru diingatkan tuntaskan kasus Novel Baswedan

Baca juga: Mantan ajudan Jokowi Listyo Sigit dipercaya pimpin Kabareskrim

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar