Kelompok peretas mengaku jual data pengguna Bhinneka di dark web

id data pengguna Bhinneka ,kelompok peretas,ShinyHunters,Kelompok peretas menaku jual data pengguna Bhinneka di dark web,data pengguna bhinneka dibobol

Kelompok peretas mengaku jual data pengguna Bhinneka di dark web

Ilustrasi keamanan siber. (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Kelompok peretas bernama ShinyHunters mengklaim telah membobol sepuluh perusahaan, salah satunya e-commerce b to b asal Indonesia, Bhinneka, dan saat ini menjual basis data pengguna perusahaan tersebut di pasar web gelap atau dark web.

Dikutip dari ZDNet, Minggu, para peretas adalah kelompok yang sama yang telah meretas Tokopedia pekan lalu. Peretas pada awalnya membocorkan 15 juta data basis pengguna secara online dan gratis, namun kemudian menempatkan seluruh database perusahaan, yakni 91 juta data pengguna dijual seharga 5.000 dolar AS (sekitar Rp74,6 juta).

Peretas dilaporkan membobol 1,2 juta data pengguna Bhinneka.

Baca juga: Mantan insinyur Yahoo retas 6.000 akun

Sembilan perusahaan lainnya, antara lain aplikasi kencan online Zoosk (30 juta data pengguna), layanan cetak buku Chatbooks (15 juta data pengguna), platform fesyen Korea Selatan, SocialShare (6 juta data pengguna), layanan pengiriman makanan Home Chef (8 juta data pengguna), marketplace Minted (5 juta data pengguna).

Peretas juga membobol sejumlah media, yakni surat kabar online Chronicle of Higher Education (3 juta data pengguna), majalah furnitur Korea Selatan GGuMim (2 juta data pengguna), majalah kesehatan Mindful (2 juta data pengguna) dan surat kabar AS Star Tribune (1 juta data pengguna).

Baca juga: Tokopedia diminta investigasi dugaan kebocoran data pengguna

Total basis data yang ada di dark web berjumlah 73,2 juta data pengguna, yang dijual peretas dengan harga 18.000 dolar AS atau sekitar Rp268,5 juta, dengan setiap basis data bisa dijual terpisah.

Grup peretas telah membagikan sampel dari sejumlah database yang dicuri, yang telah diverifikasi oleh ZDNet -- sampel di mana rincian pengguna diberikan.

Keaslian sejumlah database yang terdaftar tidak dapat diverifikasi saat ini, namun sumber-sumber yang berfokus pada keamanan siber, seperti Cyble, Nightlion Security, Under the Breach dan ZeroFOX percaya bahwa ShinyHunters benar merupakan aktor dibalik peretasan itu.

Baca juga: KKI gugat Tokopedia dan Menkominfo terkait kebocoran data pelanggan

Baca juga: Data bocor Tokopedia, Polri persilakan pihak dirugikan lapor

Baca juga: Data pengguna bocor, keandalan Tokopedia dipertanyakan

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar