Waspada psoriasis bisa kambuh akibat stres hadapi pandemi

id penyakit kulit,psoriasis,Waspada psoriasis bisa kambuh akibat stres hadapi pandemi

Waspada psoriasis bisa kambuh akibat stres hadapi pandemi

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Jika Anda mengalami stres berkepanjangan termasuk di masa pandemi virus corona baru atau COVID-19 belakangan ini, waspadalah penyakit autoimun kronik salah satunya psoriasi kambuh.

Meskipun para ilmuwan masih belum tahu persis penyebab psoriasis, namun stres menjadi pemicu terkenalnya dan pada saat yang sama, psoriasis yang meradang dapat menyebabkan stres, menghasilkan lingkaran setan yang membuat penderitanya frustrasi.

Jika Anda tidak dapat menemui dokter kulit konsultasi telemedik bisa menjadi pilihan, menurut dokter kulit yang berbasis di Connecticut, Amerika Serikat, Rhonda Q. Klein, MD seperti dilansir Health.

Baca juga: Penemuan korelasi vitamin D dan kematian COVID-19

Dokter kulit yang berbasis di California, Ava Shamban, MD, mengatakan, pasien psoriasis seringkali hanya perlu melakukan konfirmasi kambuh dan mendapatkan resep obat.

Untuk membantu pasien psoriasis mengurangi tingkat stres secara umum, Shamban merekomendasikan latihan meditasi dan pernapasan. Lalu, hindari berendam lama di air hangat. Demi kulit Anda, semakin sedikit waktu dalam air hangat, semakin baik.

Sementara itu, cobalah melakukan semua hal yang Anda lakukan seperti biasanya untuk membantu meringankan gejala psoriasis. Lalu, ikuti rencana perawatan yang direkomendasikan oleh dokter kulit Anda, tidurlah yang cukup, kenakan pakaian katun yang longgar, dan lupakan makanan cepat saji.

Klein merekomendasikan mengurangi asupan bahan-bahan penyebab inflamasi seperti gula, susu dan meningkatkan asupan pilihan anti-inflamasi seperti buah beri, salmon, dan kunyit.

Baca juga: Tips rayakan ulang tahun secara 'online' saat karantina

Tindakan pencegahan kebersihan tambahan untuk mencegah penyebaran COVID-19 mungkin juga berdampak buruk pada penderita psoriasis.

“Berhati-hatilah dengan cuci tangan ekstra. Hindari pembersih tangan berbahan dasar alkohol, yang dapat benar-benar mengeringkan kulit yang rusak seperti psoriasis," tutur Klein.

Masker dan sarung tangan, lalu penggunaan disinfektan kimia di rumah juga dapat memperburuk kondisi kulit kronis dan meningkatkan risiko kulit kering, sehingga membuat psoriasis lebih buruk.

Baca juga: Apakah sperma pasien COVID-19 bisa menularkan penyakit?

Untuk menjaga kelembapan kulit, Dr. Shamban merekomendasikan penggunaan pelembap yang lebih tebal pada tubuh Anda baik siang maupun malam.

“Setelah mandi atau mandi, tutupi kulitmu dengan salep, seperti salep aquaphor. Jika Anda tidak memilikinya, atau tidak bisa mendapatkannya dengan cepat, buat sendiri dengan bahan petroleum jelly dan minyak zaitun. Gunakan ini pada area yang terkena dampak pada malam hari sebelum tidur, untuk menjaga kelembapan," papar dia.

Cara lain untuk mempertahankan tingkat kelembapan kulit, menempatkan alat pelembap atau humidifier di salah satu sudut ruangan rumah Anda.

Baca juga: Anak atau orangtua yang lebih stres selama pandemi?

Baca juga: Pandemi corona berpengaruh pada pola hidup sehat di kemudian hari

Baca juga: Tips mengasuh anak selama pandemi COVID-19

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar