Pegolf muda Indonesia lambungkan pukulan dari driving range hingga Sea Games

id Elaine Widjaja ,pegolf muda,indonesia,junior

Pegolf muda Indonesia lambungkan pukulan dari driving range hingga Sea Games

Pegolf putri Indonesia Elaine Widjaja memimpin di divisi ladies Medco-Pondok Indah Amateur Golf Championship 2023 dengan mencetak 69 pukulan atau 3 di bawah par di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Selasa (4/7/2023). (ANTARA/HO-Amateur Golf Championship)

Jakarta (ANTARA) - Elaine Widjaja menjadi salah satu bintang muda dalam dunia olahraga golf di Indonesia yang telah menciptakan warna baru di kalangan pegolf junior dengan prestasinya yang gemilang.


Mengenali keindahan olahraga golf sejak berusia 10 tahun di Kota Semarang, Elaine mulai memetakan perjalanannya menuju kesuksesan yang dimulai dengan ketidaksengajaan.

Elaine menceritakan bahwa awalnya dia diajak oleh ayahnya, Naga Widjaja, ke driving range, kemudian dia mulai memukul bola, merasa suka, dan sering berlatih.

Ia melanjutkan dengan mengikuti turnamen, tanpa pernah merasa dipaksa oleh orang tuanya. Menurutnya, rasanya begitu menyenangkan, dan tiba-tiba dia sudah sampai pada titik ini.

Pindah ke Jakarta pada tahun 2023 sebagai bagian dari perjalanannya, Elaine tidak hanya menghadapi tantangan sebagai pegolf junior yang berprestasi tetapi juga sebagai pelajar.

Meski butuh usaha ekstra, dia tetap membutuhkan keseimbangan antara latihan golf intensif dan belajar, namun dukungan dari keluarga dan sekolah memberinya pondasi kokoh untuk meniti karirnya.

“Jadi sekolah tetap harus, pulang sekolah jam 3, terus aku punya 5 jam nganggur. Jadi 3 jam buat latihan, bisa dibagi jadi long game, short game, paring, terus habis itu masih ada waktu 2 jam buat ngerjain PR dan lain-lain,” jelas Elaine.

Dalam kesehariannya, Elaine menjelaskan walaupun sekolah menjadi prioritas utama, Elaine menjadwalkan waktu latihan dengan cermat, membaginya antara ‘long game’, ‘short game’, dan ‘paring’.




Halaman berikut: prestasi Elaine

Prestasi Elaine

Dengan kecintaannya pada tantangan yang kompetitif, Elaine memulai debut turnamennya di Gombel Golf Semarang. Di sini lah pertama kalinya Elaine merasakan euforia persaingan.

Elaine mengatakan dirinya sangat senang ketika mengikuti kompetisi golf, sehingga akhirnya kompetisi tersebut menjadi pijakan awal keseriusannya dalam mengejar impian di dunia golf.

Elaine telah menorehkan prestasinya tidak hanya di tanah air, melainkan juga pada panggung internasional pada berbagai event bergengsi, seperti Indonesian Junior Golf (IJG), Indonesian Amateur Golf Championship (IAGC), LLD Championship di Singapura, TJDT Asian Master, hingga FCG Callaway. Di berbagai event itu, dia mampu membuktikan diri sebagai seorang atlet muda yang berbakat.

Hasil dari dedikasinya itu mencapai puncak saat menyumbang medali perak bagi kontingen Indonesia pada SEA Games 2023, dan menjadi momen yang paling berarti bagi Elaine dalam perjalanan karirnya.

Namun, pegolf muda itu dengan tulus mengakui bahwa SEA Games 2023 membuka dirinya pada tantangan yang lebih besar.

Meski berhasil menyumbangkan medali perak untuk kontingen Indonesia, Elaine yakin bahwa ada ruang besar untuk memperbaiki performa dan menjadikan kelemahan sebagai batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar.

Elaine meraih medali perak dalam nomor beregu putri, sebuah pencapaian luar biasa, meski menghadapi kekalahan dalam pertandingan final melawan Thailand.

Meskipun mengakui masalah mental sebagai kendala, Elaine tetap mampu melihat peluang untuk tumbuh.

Dengan rasa syukur dan kesenangan atas medali peraknya, Elaine bertekad untuk terus memperbaiki diri.

Elaine, yang mengidolakan pegolf profesional asal Selandia Baru, Lydia Ko, memiliki tekad kuat untuk mengatasi kelemahannya melalui aktivitas fisik yang intens dan berpartisipasi dalam berbagai turnamen sebagai langkah awal menuju turnamen yang lebih besar.

Kontribusi gemilang dari cabang golf tidak hanya menciptakan medali, tetapi juga melahirkan semangat perbaikan diri dan tekad yang membara di kalangan atlet muda Indonesia itu.





Halaman berikut: kiprah Elaine turnamen International Junior Golf Championship 2023 
   
Sebagai pegolf muda, Elaine juga mengambil kesempatan di turnamen International Junior Golf Championship 2023 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, untuk mendalami setiap sudut lapangan dalam persiapan menyambut kejuaraan Simone Asia Pasific Cup.

Ia berhasil mempertahankan posisi puncak klasemen sementara pada kategori A dan B putri.

Pada hari pertama, dia mencatatkan 71 pukulan atau 1 under par, sementara pada hari kedua, prestasinya semakin bersinar dengan catatan 68 pukulan atau lima under par.

Prestasi kokoh Elaine di puncak klasemen sementara diikuti oleh rekan-rekan pegolf Indonesia seperti Gemilau Joanne Kurnia, Milany Adisty, dan Reicherin Giftrudy Hanslekie.

Elaine merasa tampil optimal dengan mencetak banyak birdie berkat pukulan yang ciamik. "Kalau aku miss pun, short game-ku masih bisa back up, jadi puji Tuhan hari ini tampil bagus," ucapnya dengan rasa syukur.

Selain mengumpulkan poin, turnamen ini menjadi kesempatan bagi Elaine untuk menguasai setiap aspek lapangan, persiapan optimal menuju turnamen Simone Asia Pasific Cup yang akan digelar pada 21-23 Desember di lapangan yang sama.

Peraih medali perak di SEA Games 2023 ini akan turun di kelas amatir bersama Kristina Natalia Yoko.

Turnamen International Junior Golf Championship 2023 diikuti oleh 113 peserta dari berbagai negara, menambah keberagaman persaingan.

Dalam rencananya ke depan, pegolf junior yang berusia 17 tahun tersebut menatap masa depan dengan rencana yang menarik.

Elaine bercita-cita untuk bersekolah di Amerika Serikat dan berharap dapat bersaing di tingkat profesional setelah perbaikan terus-menerus dalam permainannya.

Menariknya, dia membagikan cerita bahwa orang tuanya selalu memberikan dukungan, tidak peduli apakah hasil pertandingannya baik atau buruk.

“Aku senangnya orang tua nggak pernah marah kalau aku main jelek. Aku sendiri jadi nggak enak gitu loh, jadi itu sih yang bikin aku lebih kayak harus bisa nggak tau gimana caranya, pokoknya ‘I have to make it’,” ujar Elaine.

Semangat kompetitif Elaine menjadikan setiap pertandingan sebagai panggung untuk memperlihatkan kemampuannya.

Selain dedikasinya di dunia golf, Elaine juga memiliki waktu untuk menikmati hobi sederhana seperti tidur dan menonton Netflix sebagai bentuk relaksasi.

Dengan semangat kompetitif, kedisiplinan, dan dukungan kuat dari keluarga serta sekolahnya, gadis kelahiran Semarang tahun 2006 itu terus merintis perjalanannya dengan menorehkan prestasi dan mengejar impian besar di dunia golf internasional.