Kuala Kurun (ANTARA) - Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah Jaya S Monong mendorong sekaligus meminta kepada organisasi perangkat daerah di kabupaten setempat, agar membuat dan terus berinovasi guna mewujudkan Program prioritas Tambun Bungai.
"Inovasi harus dilakukan karena kita memiliki keterbatasan dalam mewujudkan Program Tambun Bungai, yakni anggaran dan waktu," ucapnya saat membuka lomba inovasi daerah tingkat kabupaten di Kuala Kurun, Rabu.
Bupati dan Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing telah menyusun program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, dengan nama Program Tambun Bungai.
Program Tambun Bungai tersebut telah disesuaikan dan diselaraskan dengan 8 Quick Win Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta Program Huma Betang Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.
Jaya mengatakan bahwa sekarang ini Pemkab Gumas terus mematangkan dan menyempurnakan Program Tambun Bungai, yang rencananya akan diluncurkan di Desa Tumbang Pajangei Kecamatan Tewah dalam waktu dekat.
Dengan adanya inovasi dari perangkat daerah maka diharap Program Tambun Bungai dapat tercapai, yang pada akhirnya akan membawa manfaat besar yakni kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Inovasi adalah kunci transformasi dan energi untuk menciptakan perubahan, solusi untuk mengatasi permasalahan, dan modal untuk memenangkan persaingan," tegas orang nomor satu di lingkup Pemkab Gumas ini.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Gumas Yantrio Aulia menyatakan, lomba inovasi memiliki sejumlah maksud dan tujuan antara lain memacu kreativitas perangkat daerah untuk melakukan praktik-praktik inovatif dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.
Baca juga: Sebanyak 125 MPA telah terbentuk di desa dan kelurahan di Gumas
Melahirkan inovator yang dapat memberikan ide gagasan berupa inisiatif-inisiatif baru, yang mampu mendorong terciptanya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan masyarakat yang lebih produktif, efisien dan efektif. Kemudian, mendukung upaya dalam peningkatan penilaian indeks inovasi daerah di Gumas, yang mana merupakan salah satu indikator penilaian kinerja kunci dari kinerja pemerintah daerah.
Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya inovasi pada perangkat daerah, dan melakukan penilaian terhadap praktik inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, sebagai persiapan untuk pengisian inovasi daerah pada aplikasi Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri.
"Jumlah inovasi penerapan yang siap untuk dikirimkan ke IGA ada 15 inovasi, sedangkan jumlah inovasi tahap ide ada 16 inovasi, dan yang mengikuti lomba inovasi pada hari ini ada delapan inovasi," demikian Yantrio.
Baca juga: Pemkab Gumas targetkan pemeliharaan jalan Kuayan-Malahoi segera rampung
Baca juga: Gunung Mas tetapkan status waspada bencana karhutla
Baca juga: Koperasi Merah Putih terbentuk di seluruh desa/kelurahan se-Gumas
