Logo Header Antaranews Kalteng

FH UMPR siapkan perkuliahan berbasis OBE untuk cetak praktisi hukum profesional

Senin, 18 Agustus 2025 17:16 WIB
Image Print
FH UMPR siapkan perkuliahan berbasis OBE untuk cetak praktisi hukum profesional (ANTARA/HO-Humas UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menggelar Lokakarya Kurikulum Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) guna siapkan perkuliahan by project berbasis OBE untuk cetak praktisi hukum profesional.

"Lokakarya ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan model perkuliahan by project berbasis Outcome-Based Education (OBE), guna menghasilkan lulusan yang siap menjadi praktisi hukum dan praktisi kesyariahan," kata Kepala Lembaga Perencanaan dan Pengembangan Perguruan Tinggi (LP3T) UMPR Dr Ady Ferdiannor MPd di Palangka Raya, Senin.

Pernyataan itu diungkapkan dia terkait pelaksanaan Lokakarya Kurikulum Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah), UMPR yang dihadiri oleh seluruh dosen Fakultas Hukum, perwakilan alumni serta mahasiswa.

Dia pun menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif pengembangan kurikulum berbasis OBE dan implementasi metode pembelajaran by project sebagai wujud inovasi pendidikan di UMPR.

"Antusiasme peserta menunjukkan semangat kolektif untuk memajukan kurikulum yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman," katanya.

Dengan terselenggaranya lokakarya ini, Fakultas Hukum UMPR berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga terampil secara praktis dalam dunia hukum dan kesyariahan.

Sementara itu, narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Prof Dr Arne Huzaimah SAg MHum, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Fatah Palembang, Sekretaris Asosiasi Prodi Hukum Keluarga Indonesia, sekaligus Asesor BAN-PT.

Prof Arne menjelaskan pentingnya penyusunan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan dunia kerja, serta integrasi antara teori dan praktik melalui pendekatan project-based learning.

“Mahasiswa perlu dibekali dengan pengalaman langsung yang aplikatif sejak bangku kuliah, agar lebih siap menghadapi tantangan dunia profesi, terutama di bidang hukum keluarga dan kesyariahan,” katanya.



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026