Kuala Kapuas (ANTARA) - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Muhammad Wiyatno, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Usis I Sangkai, menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik setiap kritikan, saran, maupun masukan yang disampaikan masyarakat terkait kegiatan penataan area Lapangan Bukit Ngelangkang.
“Kami menyambut baik adanya kritikan, saran, dan masukan dari masyarakat terkait penataan area Bukit Ngelangkang yang saat ini tengah dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” kata Usis I Sangkai, Minggu.
Menurut Usis, penataan yang dilakukan tetap mempertahankan bangunan bersejarah yang telah ada, seperti rumah betang, tugu, dan panggung yang berada di kawasan tersebut.
“Rumah betang, tugu dan panggung yang ada di area Bukit Ngelangkang tetap kita pertahankan. Bahkan, keberadaannya akan kita perindah agar terlihat lebih representatif dan semakin bagus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Usis menjelaskan bahwa pembangunan pertokoan di area Bukit Ngelangkang nantinya diperuntukkan bagi para pedagang yang selama ini berjualan di kawasan tepian Sungai Jalan Jenderal Sudirman Kuala Kapuas.
Baca juga: Komisi I DPRD Kapuas kaji mekanisme pembahasan KUA-PPAS Palangka Raya
“Kawasan tepian sungai Jalan Jenderal Sudirman rencananya juga akan dilakukan penataan. Karena itu, pedagang yang berjualan di sana akan kita relokasi ke area Bukit Ngelangkang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat semula sehingga aktivitas mereka tetap bisa berjalan,” jelasnya.
Usis menegaskan, pembangunan pertokoan tersebut tidak akan menutup area lapangan Bukit Ngelangkang. Sebagian ruang terbuka tetap tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat.
“Masih ada area yang kita sisakan, misalnya untuk arena olahraga sepatu roda dan ruang publik lainnya. Jadi, penataan area Bukit Ngelangkang yang saat ini tengah dilaksanakan tidak menghilangkan bangunan bersejarah yang ada, justru tetap kita rawat dan perindah,” tegasnya.
Diketahui, penataan kawasan Bukit Ngelangkang sempat menuai reaksi dari sebagian masyarakat yang menilai adanya potensi hilangnya nilai historis dari lokasi tersebut.
Namun, Pemkab Kapuas memastikan bahwa identitas sejarah dan ruang publik di kawasan Bukit Ngelangkang tetap dijaga serta diarahkan menjadi lebih baik dan tertata. Sehingga Kabupaten Kapuas semakin Bersinar.
Baca juga: DPRD Kapuas konsultasikan KUA-PPAS 2026 ke DPRD Kalteng
Baca juga: Pemkab Kapuas susun produk unggulan daerah untuk perkuat hilirisasi
Baca juga: Dekranasda Kapuas komitmen bina dan kembangkan potensi kerajinan lokal
